JARING LABA-LABA

Saat Perang Dunia II, seorang Marinis AS terpisah dari kesatuannya dan ia sendirian di hutan belantara.

Kemudian, ia melihat sebuah goa dan bersembunyi di dalamnya dengan harapan tidak akan ditemukan oleh musuhnya. Sementara ia berdoa memohon pertolongan Tuhan, seekor laba-laba jatuh dan mulai menenun jaring laba-laba di mulut goa.

Walau ketakutan, tetapi dalam hati tentara itu tertawa. Yang ia butuhkan adalah dinding batu untuk menyembunyikannya dari musuh-musuhnya, bukaan seekor laba-laba, pikirnya. Sementara laba-laba itu membuat jaring yang berlapis-lapis, terdengarlah tentara musuh yang mulai mendekat ke arahnya dan sedang memeriksa di setiap goa.

Saat pasukan tentara musuh tiba di depan goanya, mereka melihat jaring tersebut dan berkata, “Kita tidak perlu memeriksa di sini. Tidak mungkin ada yang dapat masuk ke goa tanpa merusak jaring laba-laba ini.”

Tuhan dengan caranya yang unik telah menyelamatkan marinir itu. Awalnya marinir itu tertawa melihat laba-laba itu, tetapi sekarang ia sadar, bagi Tuhan sebuah jaring laba-laba bahkan lebih kuat daripada dinding batu.

_________________________________

Pikiran dan rencana manusia itu terlalu sempit dibandingan dengan pikiran dan rencana Tuhan. Kita pikir kalau Tuhan menolong itu memakai metode terpola yaitu A, B, C, D, dan seterusnya. Kenyataanya, kita tidak bisa memahami rencana dan pertolongan Tuhan. Celakanya lagi kita ini kadang terlalu sok tahu alias bahasa Jawanya “keminter”.

Hari ini, sadarilah bahwa cara Tuhan selalu lebih unggul daripada cara manusia yang mengaku dirinya unggul. God’s way is still the best way !

logo