Jangan Hakimi Kebahagiaan Orang Lain

Bahagianya masing-masing orang itu beda-beda.

Rekan sekerja bilang bahagia itu kalau bisa keliling luar negeri sambil cari uang.

Sahabat terdekat saya bilang,
saya harus segera menikah dan cepat punya anak
supaya bisa bahagia seperti mereka.

Bagi yang lagi masa pacaran atau pasangan muda bilang
Bahagiamu adalah bahagiaku juga !
Eaaaa…..Eaaaa…

Macam-macam !

Makanya dari situ saya tidak bisa menyimpulkan orang lain itu tidak bahagia
hanya karena keadaan dan tujuan hidup mereka berbeda dengan saya.

Biarlah tiap orang memilih bahagianya sendiri-sendiri tanpa harus dihakimi.

Seperti malam ini, saya bahagia sekali !
Pake banget lagi !

Tadi pagi bisa nganter mama ke salon untuk mempercantik rambutnya.
Saya pengen mama tampak cantik di usia senjanya,

Terus kami beribadah bersama.
Di sana kami berbahagia menemukan hadirat Tuhan.

Dan di foto ini, kami berfoto setelah makan malam bersama.

Bahagia kalau melihat mama makan dengan lahapnya.
Menu yang saya pilihkan,
fries sambal terasi dan klepon frappe dari De Mandailing Cafe &Eatery,
ternyata mama suka sekali.

Habis tanpa sisa !

Pesan kami berdua buat anda yang membaca tulisan saya ini adalah …

Lihat foto kami berdua !
Temukan wajah bahagia kami berdua.

Dan apakah anda juga menemukan tulisan di balik latar belakang kami berfoto ?
Yang tertulis tebal di antara huruf-huruf yang menyeruak di dinding ?

Apa tulisan itu ?

Find Your Happiness !
Temukan kebahagiaan anda !

Tiap kita punya hak mendefinisikan bahagianya sendiri-sendiri.

Tapi ketika saya mengatakan bahwa
bahagia sejati itu hanya didapat ketika kita mengetahui jati diri kita sebenarnya
di hadapan Tuhan.

Terasa melangit dan merampas hak anda-kah
untuk mendefinisikan apa itu bahagia ?

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n