Jangan dibaca (kalau) ini hoax!

Membaca?
Oh no!!!

Apalagi setelah tugas sekolah atau kuliah berakhir sudah.
Rasanya beban membaca itu terlepas pula.
Iya kan? Hehehe…

Sejak kecil, saya ini tergolong orang yang kutu buku.
Saking senangnya membaca, buku menjadi satu-satunya teman yang paling akrab.

Negatifnya, malah saya jadi anti sosial.
Bergaulnya sama buku melulu!
Jadi orang aneh mungkin bagi teman-teman kala itu.

Tiap kali ke Surabaya, saya selalu minta pergi ke Toko Buku Gramedia Surabaya, yang saat itu cuma ada satu tempat saja, yaitu di Jalan Basuki Rahmat.
Belanjanya buku-buku tebal.

Buku biografinya Pak BJ Habibie.
Buku sejarah tentang G30S PKI
Buku tutorial beberapa software komputer terbitan Andi Publisher.

Saat kuliah saya suka membeli dan membaca buku-buku motivasi.
Kemudian mulai berkenalan dengan dunia marketing dari buku-bukunya Pak Hermawan Kartajaya yang sangat konseptual dan aplikatif.

Saking ngefans-nya sama Pak #HK
saya pernah dipanggil beliau untuk join di MarkPlus, Inc waktu itu.

Yaaaaa….begitulah…
Jalan kehidupan mengatakan hal yang lain daripada kehendak pribadi.

Pergumulan yang hebat waktu itu membuat saya terdampar menjadi manusia yang religius.
Padahal sebelumnya saya memutuskan menjadi atheis.

Saat kasih mula-mula kepada Kristus itulah kebiasan membaca saya jadi berubah semua.

Buku-buku dari Petrus Agung dan Yusak Tjipto sangat membantu saya dalam memahami Kekristenan di awal-awal pertobatan saya.

Sekarang, saya gusar bila melihat banyak toko-toko buku yang tutup.
Mereka berubah menjadi hanya sekedar toko alat tulis, asesoris dan peralatan kantor.
Susah loh sekarang mencari buku-buku terbitan anak bangsa yang berkualitas.

Anak-anak jaman now lebih suka membaca berita-berita atau status-status sosmed yang maaf…nyampah, dari gadget mereka.
Bahkan mereka tidak tahu kalau itu adalah hoax.

Tidak ada masalah sebenarnya dengan teknologi.
Semua sekarang sudah era paperless.
Dan memang saya suka yang versi digital begitu.

Ah… tetapi kadang kangen juga ya membolak-balik kertas dari sebuah buku,
sambil cemil-cemil gorengan yang membuat kertas jadi berminyak.

Tahu-tahu gorengannya sudah habis duluan sebelum halaman bukunya habis terbaca!
Hahaha…!

Ya sudah teman, saya tak lanjut membaca buku dulu.
Katanya penulis yang hebat, dia juga seorang pembaca yang giat.

Betulkah begitu?

Gideon Yusdianto
instagram @61d30n