Jadi Pendeta itu Pasti Kaya! Coba Anda baca kisah Hamba Tuhan satu ini!

Melayani Tuhan, itu satu panggilan Tuhan yang sangat terhormat. Meski dunia masih memandang rendah mereka yang berkecimpung di dalamnya. Dipikirnya ahhh itu kan sebuah kegiatan sosial yang sok sial. Ngapain mau jadi Pendeta? Mau makan apa loe ntar? Begitu katanya!

Sangat berbeda kondisinya di kota besar. Banyak mereka yang mestinya tidak terpanggil untuk melayani, tapi kerasa-kerasa sendiri bahwa Tuhan memanggilnya untuk melayani. Sebab pelayanan di kota besar kan banyak duitnya! Apalagi kalau sudah kelas Mega Church. Wow, semua serba mega nan megah!

Meski begitu, tak perlu antipati dengan semua yang terjadi dalam dunia pelayanan. Apalagi kalau kita masih percaya akan kuasa Tuhan yang ajaib. Tuhan pasti ikut campur tangan kan? Motivasi-motivasi yang keliru pasti tak kan bertahan.

Sore itu, saya iseng saja membuka Facebook. Pandangan saya langsung tertuju pada postingan teratas. Nama accountnya Ricky W.

This image has an empty alt attribute; its file name is Screenshot-525.png

Nampak dia berfoto di depan sebidang tanah. Dari status yang ditulis, dia bergumul bahwa dari tempat itu akan berdiri Gereja.  Saya mulai kepo nih membaca sekilas profil tentang dia.

Tinggal di Nias. Menggembalakan Gereja yang sangat sederhana banget! Dia termasuk profil hamba Tuhan di pedalaman yang harus bertahan dalam iman, terutama dalam situasi yang tidak nyaman.

Intinya kalau baca postingannya, mungkin banyak yang mundur. Gak mau pelayanan kalau begitu susahnya. Hehehe, setidaknya mikir seribu kali mungkin!

Dan saat itu pula, gak pake lama, Tuhan tegur saya untuk menyapa dia dulu. Waduuuh, begini lagi begini lagi nih Tuhan. Hehehe!

Sering emang Tuhan menyuruh saya untuk berurusan ama orang yang tak saya kenal sebelumnya. Kadang dengan sebuah pesan spesifik dari Tuhan yang harus saya sampaikan ke orang itu. Waduh iya kalau betul. Kalau salah kan malu-maluin!

Sejauh ini, karena itu dari Tuhan, bukan saya keroso-kerosoen dewe (kerasa-kerasa sendiri), itu betul adanya. Tidak ada yang meleset!

Saya menyapa Ricky lewat message di Facebook. Saya perkenalkan diri saya dulu. Dengan segera dia membalasnya.

Ada apa nih Pak?”, tanya Ricky to the point.

Saya ceritakan bagaimana awalnya kok saya sampai menyapa dia. Saya sampaikan juga sebuah pesan dari Tuhan buat Ricky. Dan akhirnya chat itu bergulir dengan natural dan guyub.

Ricky, itu nama panggilannya. Nama aslinya adalah Yanuari Wawuru. Saat ini tinggal di sebuah ruko yang disewa untuk tempat ibadah perintisan. Letaknya ada di Jalan Pelud Binaka KM 12.5 Humene, Kecamatan Gunung Sitoli Idanoi, Sumatera Utara.

This image has an empty alt attribute; its file name is 67752299_1519647631507971_1132505832831844352_o-1024x476.jpg

Panggilan untuk melayani Tuhan dia dapatkan sejak usia 16 tahun. Lulus SMP, Ricky melanjutkan ke Sekolah Alkitab Palembang. Memang cita-citanya adalah menjadi anggota TNI atau jadi Pendeta. 2 tahun lamanya belajar, dilanjutkan dengan 5 tahun praktek melayani di Gereja.

Napa ya Bang, rata-rata pemuda Nias tersebar ke daerah-daerah yang lain, dan mereka kebanyakan melayani Tuhan di Gereja?”, tanya saya penasaran.

Oh…Pertama, mereka ingin berubah dari kehidupan orang tuanya yang rata-rata jadi petani. Dan yang kedua, hanya Sekolah-sekolah Teologi yang bisa gratis!” demikian kata Ricky.

Jadi beruntunglah bila hari ini Anda bisa mengenyam pendidikan tinggi di tempat Anda. Anda bisa dapat fasilitas pendidikan yang terbaik itu kesempatan. Tidak semua bisa mendapatkannya!

Sekarang Ricky melayani sebagai Pendeta pedalaman di GPdI Jemaat Efrata Burune. Ada 55 keluarga yang dia gembalakan di Desa Orahili, Kecamatan Hili Serangkai, Kabupaten Nias.

This image has an empty alt attribute; its file name is 65744559_1486851358120932_2695988234835460096_o-1024x536.jpg

Letaknya ditempuh dengan 2 jam perjalanan. 1 jam dengan naik motor. 1 jam berikutnya harus berjalan kaki. Naik dan turun gunung ditempuh. Kadang dengan tanpa alas kaki karena jalannya sangat licin. Wow!

Yang paling berat adalah kalau musim hujan Pak. Berjalan kaki sambil menggendong anak kami. Harus ekstra hati-hati karena jalanan licin sekali.”

This image has an empty alt attribute; its file name is WhatsApp-Image-2019-09-18-at-6.56.54-PM-Cropped.jpg

Kalau Anda melayani dengan fasilitas listrik dari PLN yang ribuan bahkan puluhan ribu Watt, tapi Anda masih mengeluh ketika PLN padam. Atau bahkan membatalkan ibadah karena PLN padam. Hmm, coba sesekali Anda melayani ke sana yang tidak ada fasilitas PLN sama sekali. Bagaimana coba rasanya?

Sekali lagi, bersyukur kalau keadaan Anda dan Gereja Anda baik-baik saja. Itu anugerah yang tidak boleh disia-siakan. Apalagi sampai membuat mandeg sebuah pelayanan.

This image has an empty alt attribute; its file name is 68987980_1527613630711371_2166641109105639424_o-1024x473.jpg

Menggembalakan di tempat pedalaman, bahkan perintisan dengan 4 keluarga saja jemaatnya, kadang itu membuat saya bingung. Maka sepertinya betullah apa yang dibilang orang-orang. Ngapain jadi Pendeta, mau makan apa coba?

Tapi dari cerita Ricky saya kembali melihat bahwa kuasa Tuhan tetap ada. TanganNya tak kurang panjang untuk menerobos hal-hal yang tak mungkin terjadi.

Ia menolong setiap kebutuhan demi kebutuhan supaya tercukupi. Baik itu kebutuhan keluarga Ricky dengan 1 istri dan 5 anak. Maupun juga kebutuhan operasional tempat ibadah yang dia gembalakan. Kan pasti ada saja yang dibutuhkan.

Ehmmm, maaf Bang Ricky saya nanya ini. Selama ini jemaat juga perpuluhan kan ke Gereja?” tanya saya.

Oh Tuhan Yesus! Kami kalau dengar begitu jadi miris. Orang Nias kalau persembahan masih banyak yang gopek-an (5 ratus Rupiah). Perpuluhan juga cuma 1 atau 2 orang saja. 1 minggu itu terkumpul dana semuanya Rp.120.000. Apalagi kalau musim hujan, kami terpaksa berpuasa Pak.” Jelas Ricky.

Waduh, tersentak kaget hati saya membaca chatt WA-nya ini. Itu kan keadaan secara ekonomi. Belum lagi kalau berhadapan sama jemaat yang keras kepala. Pengen mundur juga kan rasanya.

Menghadapi jemaat, pernah saya mau tinggalkan pelayanan. Pernah juga ku menangis di jalan. Saat itu saya gendong tas dan anak, dan juga barang-barang keperluan pelayanan di kepala.

This image has an empty alt attribute; its file name is 19417193_934861283319945_7273532370290554146_o-1024x576.jpg


Aku bilang, tak sanggup lagi aku Tuhan. Apalagi ditambah dengan kondisi hujan dan jalanan yang berlumpur. Tapi saya selalu katakan Oh Tuhan Yesus. Engkau baik. Tak bisa banyak lagi ku menulisnya Pak. Tak tahan rasanya. Aku menangis Pak
.” 

This image has an empty alt attribute; its file name is 60481379_1443502435789158_4235725592315559936_n.jpg


Hmm, lagi-lagi rangkaian chat ini membuat saya pun meneteskan air mata. Duh Gusti Yesus, Engkau sungguh baik.

Mengikut Engkau bukan selamanya kami berjumpa dengan taman bunga wangi nan indah. Tapi selalu ada pelangi yang indah di setiap tetesan air mata.

Ricky tetap setia melayani Tuhan Yesus. Berapa pun itu harganya! Termasuk seharga kesehatan tubuh jasmani ini Orang bilang itu kan harta terbesar dalam hidup kita.

Bulan Oktober tahun 2018, Ricky divonis dokter ada tumor di rectum atau sekitar usus besarnya. Setiap kali ada perdarahan ketika buang air besar. Harusnya dokter menyuruh Ricky untuk kemoterapi.


This image has an empty alt attribute; its file name is 46513172_1300655150073888_8661586122649894912_n-Cropped.jpg

Saya memaksa keluar dari rumah sakit karena rencana mau dikemo. Banyak yang menegur saya kenapa gak mau kemo. Tapi saya bilang, saya minta ijin untuk pulang Natalan dulu ama jemaat. Kan saya sebagai Pendeta harus melayani jemaat. Apalagi saat itu hari Natal.

Malam itu saya bersama istri sepakat berdoa. Kami sepakat tidak melanjutkan pengobatan ke dokter. Puji Tuhan Pak, sampai sekarang sudah 11 bulan Tuhan masih pelihara saya”
demikian cerita Ricky soal penyakit yang ia derita.

Saya kemudian membalas kisahnya ini dengan kesaksian saya. Vonis dokter saat itu harus biopsi dengan benjolan di leher saya. Dicurigai tumor bahkan kanker. Tapi dengan iman yang ekstrim, saya letakkan saja surat pengantar dokter ke laboratorium itu ke lemari. Saya mulai berserah penuh. Tanpa obat-obatan juga.

Mujizat terjadi. Benjolan itu bukan makin mengecil tapi hilang tanpa bekas, sampai sekarang! HaleluYah!

Amin Pak. Kita punya dokter di atas segala dokter! Saya mau fokus saja untuk melayani Tuhan.” kata Ricky.

Kami saling menguatkan jadinya lewat chatt WA itu.

Termasuk soal pergumulan Ricky mengenai motornya yang rusak. Motornya itu dia pakai untuk sarana transportasi melayani ke sana kemari.  Bukan saja melayani di mimbar Gereja, tapi melayani masyarakat pedalaman yang sakit jiwa juga pernah ia lakukan.

This image has an empty alt attribute; its file name is 67804373_1525092317630169_8811088170377543680_o-1024x475.jpg

Tapi akibat terjatuh, motor itu sekarang harus diperbaiki di bengkel dengan biaya yang lumayan besar nilainya.

This image has an empty alt attribute; its file name is 71142869_1556696857803048_3785203606232236032_o-1024x475.jpg

Termasuk juga soal kerinduan Ricky untuk 3 kavling tanah agar bisa dibangun Gereja di sana. Itu visinya.

Saya bilang kalau itu dari Tuhan pasti Ia tanggung jawab untuk mewujudkannya. Sebab apa yang tak pernah terpikirkan justru itu yang Tuhan sediakan bagi kita.

This image has an empty alt attribute; its file name is WhatsApp-Image-2019-09-18-at-4.24.23-PM-1024x474.jpeg

Dulu Dia tolong, sekarang pun Dia pasti tolong. Mujizat Tuhan pasti ada! Itu yang saya suka nyanyikan di lagu kesaksian saya.

Saya harap kisah ini bisa mengubah paradigma Anda tentang arti sebuah pelayanan yang sesungguhnya. Entah apa yang sedang ada di benak Anda ketika membaca tulisan saya ini. Tapi saya percaya, Anda pun bisa melayani dengan apa yang ada pada Anda.

Gak harus minta fasilitas besar. Apalagi berharap pada uang dengan segala kemewahannya. Jadi kalau pada judul tulisan saya ini “Jadi Pendeta itu pasti kaya”, itu betul kan?

Harus kaya dan pasti kaya dengan iman! Masa kaya itu harus berkaitan dengan uang? Gak juga kan? 

Saya juga mau bilang, jangan pula berharap pada manusia ketika kita melayani Tuhan kita.

Oswald Chambers, seorang hamba Tuhan dan pengajar yang terkemuka pada awal abad ke-20 dari Skotlandia, pernah mengatakan begini. 

Bila pengabdian kita ditujukan untuk manusia, kita akan segera kalah dan patah hati. Karena kita akan sering berhadapan dengan manusia yang tak pernah tahu berterima kasih. 

Tapi saat pengabdian yang kita lakukan saat ini ditujukan kepada Tuhan,  sikap tak berterima kasih macam apa pun tak kan dapat merintangi kita untuk terus melayani Tuhan kita.


Teman, bila Anda terbeban membantu Saudara Pendeta Ricky ini, Anda bisa bertanya sendiri mengenai kebutuhan untuk Gerejanya di WA 0852-7557-3946.

Anda bisa melakukan bagian Anda, sekarang! God loves you…

 

Roma 8
35: Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

38: Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,

39: atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita


Gideon Yusdianto

Instagram @61d30n