Ini kado ulang tahun saya yang puaaaaaling mahal!

1 Maret 2020.
2 bulan pasca Mama operasi hip replacement.

Sore ini, saya dapat kado dari Surga, meski ultah saya baru beberapa hari lagi.

Kekuatiran diubah menjadi ketenangan. Air mata kesedihan diubah menjadi mata air sukacita. Ratapan diubahkan jadi tarian.

2 bulan ini yang jadi doa saya, Tuhan Yesus, saya puuuuuuengeeeen bisa melayani bersama lagi bersama Mama. Pleeeaseee, beri hamba kesempatan kembali untuk itu ya Tuhan!

Kemana mana berdua jadi berkat bagi Gereja-Gereja yang mengundang saya unttuk berkhotbah. Itu yang menjadi komitmen yang masih saya pegang hari ini, sampai kelak saya menutup mata.

Anda pun tahu, saya selalu minta dukungan doa untuk hal ini kepada banyak orang, termasuk Anda yang suka membaca tulisan saya. Karna saya percaya sungguh akan kuasa doa. Besar kuasanya!

 

Di mimbar Gereja Bethany Tambak Rejo sore hari ini, pada bagian akhir khotbah yang saya sampaikan, saya panggil Mama untuk berdiri dan berjalan ke Mimbar KudusNya.

Dari kursi sofa di deretan depan, Mama beranjak berdiri. Berdiri sendiri. Saya tahu banget Mama grogi. Dia pernah bilang, “Waduh Mama ini kamu suruh kesaksian, gak bisa ngomong!”

Maka saya tuntun dia untuk berjalan dan naik mimbar. 

 

Dari pagi sebenarnya Mama bergumul, bisa kuat gak ya untuk ikut saya melayani di sore hari. Saya semangati Mama, bahwa bagi Tuhan tak ada yang mustahil. Pasti bisa dan pasti kuat!

Selama ini kami memang perang melawan bisikan si iblis yang selalu membuat iman kami drop.

Bisikan itu berkata “Udah lah gak usah macem-macem! Ntar kalau ada apa-apa bagaimana? Mending tidur istirahat di ranjang saja lah Mama! Apalagi kan kakinya masih sakit!”

Bisikan itu makin kuat di kala kondisi Mama drop. Efek operasi emang bisa kemana-mana. Dari HB turun sampai tensi drop. Waduh Saudara, menunggui dan merawat orang tua sakit itu tiap hari selalu deg deg serrr!

Puji Tuhan! Kekuatan kuasaNya membantu kami untuk perang melawan pikiran-pikiran negatif itu. Saya pengen melihat iblis keok kali ini!

 

Saya saksikan semua Firman yang saya beritakan itu nyata, bukan cuma sekedar kata-kata, apalagi cuma wacana.

Bahwa lumpuh pun bisa kembali berjalan, hanya dalam waktu 2 bulan setelah operasi. Tanpa walker atau tongkat, apalagi kursi roda! 90 tahun usia Mama. HaleluYah!

Bahwa pasca operasi tulang pinggul yang kata orang bisa berbulan-bulan nyeri, tapi puji Tuhan Mama tidak minum anti nyeri apapun sepulang dari Rumah Sakit. Memang dia tidak tahan lambungnya untuk itu. Mama selalu semangat melawan semua rasa sakit itu.

 

Orang Jawa bilang semendal, mau nangis rasanya saya ketika menyaksikan semua ini. Untungnya saya bisa menguasai diri kali ini.

Sueeeeneeeeng rasanya bisa berdiri di MimbarNya bersama Mama kali ini. Impian yang hari ini sudah jadi kenyataan.

Kata-kata saya bergetar tadi, sesaat saya menyambung kalimat Mama yang terbata-bata bersaksi bahwa Tuhan Yesus begitu baik sudah menolong dia.

 

Memang sudah banyak yang Tuhan kerjakan buat Mama dalam progress pemulihan. 

Saya tak akan pernah lupakan kebaikan teman-teman rasa keluarga, yang banyak mendukung kami, baik dalam semangat, doa, dan dana. Terima kasih sudah mau jadi perpanjangan tangan Tuhan!

Mama tidak pandai berbicara di depan umum. Tapi bukankah keadaan yang ia demonstrasikan, sudah banyak berbicara dengan jauh lebih kuat?

 

Ayat ini tadi yang kami proklamasikan.

1 Yohanes 5:4
Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia, iman kita.

Terakhir, saya katakan, Tuhan tak pernah punya anak emas. Kalau kami ditolong, Anda pun pasti ditolong juga.

Tinggal tunggu waktu saja! Amin?

 

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n