Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya apa? Hah?? Mati???

Ayo melangkah dengan iman!  Kurang doa kali kamu!
Makanya kok belum Tuhan pulihkan.

Jangan takut, percaya saja!

Bukankah iman sebiji sesawi yang kecil mampu memindahkan gunung?”
demikian kata seorang Pendeta kepada jemaatnya.

Ini perkataan yang sering diterjemahkan salah kaprah oleh kebanyakan orang.

Akhirnya hanya dengan bermodal iman saja mereka menunggu jawaban doanya,
tanpa melakukan bagiannya, yaitu berusaha yang terbaik.

Mari baca surat ini.

Yakobus 2

14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Berusaha yang terbaik yang kita bisa lakukan, sampai batas terakhir kekuatan kita,
itu juga bagian pertama yang mendahului peran iman kita.

Bagian selanjutnya, serahkan pada Tuhan yang selalu mampu melakukan keajaiban.

Bingung?

Begini…begini!

Pernah liat speedometer di motor atau mobil kita kan?

Nah, kalau kita gas maksimal, tentu kan ada angka maksimal yang bisa dicapai oleh motor atau mobil tersebut.

Gak mungkin bisa sampai full di angka yang tertera maksimal di speedometer.

Contohnya, mobil saya hanya bisa maksimal mencapai angka kecepatan 150 km/jam, meski ada tertera angka kecepatan 180 km/jam di sana.

Terus bagaimana bisa digeber terus sampai kecepatan 180 km/jam?

Ya meneketehe dan menekubise??? Hehehe..!!!

Yang tahu dan yang bisa kan si perancang dan pembuat mobil itu.
Jadi biar bagian dia saja yang melakukannya!

Bagian saya berusaha injak gas sampai pol-pol’an!

Gak diinjak gas mobilnya? Diem aja gitu?
Ya speedometernya angka nol, bro…sis!
Alias gak jalan.
Lama-lama, ya mati rek mesinnya!

Seperti juga lagu “PertolonganMu”-nya Citra Scholastika yang Anda pasti hafal nyanyinya.
Di saat aku tak sanggup lagi, di situ TanganMu bekerja…

Tuh…kapan Tuhan bekerja mengerjakan bagianNYA?
Saat kita sudah berusaha dan tak sanggup lagi bukan?

Untuk bagian kita jangan minta Tuhan yang kerjakan.
Sebaliknya, untuk bagian Tuhan, jangan kita sendiri yang kerjakan.

Bila saya copas dari kalimat ala #Dilan1990

Itu berat, jangan!
Kamu gak akan mampu.
AKU saja!


Gideon Yusdianto

Instagram @61d30n