IKHLAS TUK MELEPAS

Bagaimana rasanya ya ?
Kalau kita tahu lahir kapan
dan mati kapan

Hari demi hari
bagaikan bom yang siap memisahkan nafas dari raga
dalam hitungan mundur angka demi langkah

Bagaimana rasanya ya ?
Kalau kita tahu
setiap asa dan rasa yang telah berpadu
akhirnya harus berlabuh salah satu

Tak ada yang kuasa untuk memaksa, menancapkan kekekalan di tengah hal yang sementara

Yang bijak mengajarku
Selagi ada waktu
berpaculah di dalam mutu

Kadang menduga
Bagaimana ya bila sudah sampai di sana ?

Ikhlas untuk melepas
itulah jawaban yang pas…

_____________________________________________

Puisi ini saya buat dalam waktu kurang dari 10 menit.

Bukan untuk mau bilang bahwa saya ini jago bikin puisi, bukaaaaan….!

Tapi memang ini yang waktu itu meluap di hati dengan sangat.

Ketika saya posting di instagram saya @61d30n , banyak yang bertanya “Kamu sehat-sehat kan? Kamu baik-baik saja kan? Kamu lagi putus ya ?”

Hahaha…saya baik-baik saja !

Pesan yang ingin saya deliver adalah bahwa segala sesuatu di muka bumi ini sementara, kecuali iman percaya kita kepada Tuhan yang bukan sementara, tapi kekal adanya. Berjaga-jagalah menghadapi ke-sementara-an ini !