HYVON NGETICH

Austin Marathon 2015 dan Half Marathon menyaksikan ribuan pelari merayakan usaha mereka di garis finish selama akhir pekan itu. Namun, satu pelari, akhirnya membawa perayaan yang berbeda dari biasanya.

Hyvon Ngetich dari Kenya, yang memimpin pelari wanita di 23 mil, ketika tubuhnya akhirnya terjatuh, demikian laporan CBS KEYE-TV di Austin.

Alih-alih berhenti, ia mulai merangkak. Seorang relawan mendekatinya dengan kursi roda, tapi ia menolak untuk duduk di kursi roda itu.

Merangkak memang sangat melelahkan, dan Ngetich terpaksa berhenti pada satu titik, tapi ia berhasil.

Setelah itu, kepala lomba Austin Marathon, John Conley, berkata kepadanya, “Anda berlari paling berani dan merangkak paling berani, yang pernah saya lihat dalam hidup saya. Anda mendapatkan banyak kehormatan, dan saya akan menyesuaikan hadiah uang untuk Anda, sehingga Anda mendapatkan hadiah uang yang sama Anda dapatkan jika Anda meraih juara kedua.”

Betram Keter dari Kenya memenangkan lomba di bagian pria dengan 2:16:21 dan Cynthia Jerop dari Kenya memenangkan bagian wanita dengan 2:54:22. Sementara rekor pribadi Ngetich di maraton adalah 02:34:42.

Mari kita saksikan video bagaimana Ngetich tanpa pantang menyerah menyelesaikan lari maratonnya hingga garis finish.

 

___________________________________________________

Kita semua pernah terjatuh, bukan hanya secara fisik seperti di video tadi, tapi juga secara emosional. Dan untuk bisa membangkitkan diri kita kembali, lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Kita tidak membutuhkan bakat khusus untuk menyerah atau berbaring di tengah jalan kehidupan dan berkata, “Aku berhenti!”. Itu semua secara natural bisa terjadi. Ketika kita berharap akan sesuatu dan ternyata harapan itu tak terpenuhi, kita kemuadian menjadi kecewa. Kita merasa tertipu atau dikhianati.

Hai teman sadarilah, mana ada di antara manusia yang pernah hidup di muka bumi ini , yang pernah sampai ke tempat di mana kita tidak pernah lagi mengalami kekecewaan? Tidak ada! Kita tidak bisa berharap untuk terlindung atau kebal dari setiap hal-hal kecil yang mengganggu di hidup kita.

Kekecewaan adalah salah satu fakta dari kehidupan yang harus dihadapi oleh semua orang. Sering kali banyak orang membiarkan kekecewaan mereka terus menumpuk dan akhirnya menjadi terpuruk tanpa mengerti apa penyebabnya.  Mereka kelihatannya tampak baik-baik saja, tapi sekarang mereka jatuh terbaring tak berdaya di jalan kehidupan, tanpa tahu bagaimana terjadinya dan apa sebabnya. Banyak orang tidak menyadari bahwa masalah besar yang menghancurkan mereka ini dimulai sudah lama sebelumnya dengan beberapa kekecewaan kecil yang gagal mereka selesaikan.

Apa yang Anda lakukan saat kekecewaan datang? Saat kekecewaan memberatkan Anda seperti sebuah batu besar, Anda bisa membiarkannya menekan Anda sampai Anda merasa patah semangat, bahkan menjadi benar-benar menyerah. Atau Anda bisa menggunakannya sebagai batu loncatan kepada hal-hal yang lebih baik. Belajarlah untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri. Anda bisa melakukannya! Hadapi kekecewaan dan cepatlah membuat penyesuaian yang dibutuhkan untuk menangani situasi itu. Tuhan mempunyai hal-hal yang lebih baik untuk Anda, dan Dia akan menolong Anda.

Dia mengatakan dalam Ibrani 13:5, “...Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Daripada terus menerus fokus pada semua masalah Anda dan menjadi putus asa, arahkan fokus Anda kepada Tuhan. “Move on”  kata anak jaman kini. Anda mungkin telah terjatuh, tapi Anda jangan mau tetap tergeletak. Tuhan selalu siap, mau, dan mampu untuk mengangkat Anda kembali. Bangkitlah, walaupun itu berarti Anda membutuhkan waktu dan proses. Bangkitlah dan jangan menyerah ! Garis finish bukan di tempat anda saat ini berada, itu tinggal selangkah lagi di depan.

logo