Hong Bao Itu Aslinya Bagaimana Hayo?

Gong xi fa cai, hong bao na lai?

Begitulah!

Ucapan khas selamat tahun baru Imlek yang bermakna harapan agar makin banyak kekayaan selalu dilarikan ke permintaan akan amplop merah berisikan uang.

Mungkin Anda yang merayakannya juga mengatakan kalimat yang sama sambil memberi hormat dengan merangkap kedua tangan (bai 拜).

Mau kaya? Ya kerja! Masa minta?

Minta berkat kepada Tuhan sumber segala berkat aja deh, supaya segala yang dibuat oleh tangan kita dibuat berhasil. Amin?

Nah, kalau soal kita mengucapkan “Gong xi fa cai, xin nian kuai le” kepada para tetua, bukankah Tuhan juga menghendaki kita menghormati mereka?

Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Ingat kan darimana ayat itu saya ambil?

Jadi seharusnya gak perlu menungggu setahun sekali baru meghormati dan mengunjungi mereka bila tidak satu rumah.

Masih ingat di masa kecil dulu, Almarhum Papa selalu mengharuskan saya menghadap ke foto para pendahulu kami dan bersembahyang dengan hio sua di tangan.

Tentu saja di depan meja sembahyang yang lengkap dengan berbagai makanan dan minuman di hari Imlek. Mahal lagi! Hahaha…!

Ah ya sudahlah, itu masa lalu. Saya juga cenderung ke atheis kok waktu itu. Mana percaya dengan hal-hal yang menurut saya bodoh banget melakukan begituan. Lha wong ama Tuhan Yesus aja kagak percaya saat itu! Kalau sekarang, 110% saya percaya hanya kepada Tuhan Yesus saja. Cieeee…!

Kembali ke soal hong bao. Awal mulanya bagaimana sih kok sampai ada tradisi itu di hari Imlek?

Begini ceritanya. Disimak baik-baik ya adik-adik. Jangan tertidur ya membaca dongeng dari kakak. Hahaha…kayak guru sekolah Minggu aja!

Oh ya ini dongeng turun temurun loh ya! Gak perlu dipercaya kok!

Di jaman dulu, ada hantu kecil bernama 祟 (suì). Nah, saat malam tahun baru Imlek keluar. Hantu 祟 (suì) memegang kepala anak kecil yang lagi enak-enaknya tidur. Tentu saja ia terbangun, terkejut dan menangis.

Tiba-tiba anak kecil tersebut demam tinggi dan step. Akibatnya si anak berubah menjadi anak yang bodoh.

Makanya pada saat malam tahun baru Imlek, para orang tua takut anak mereka diganggu oleh hantu 祟 (suì) ini. Untuk berjaga-jaga, mereka bersama anaknya bermain dengan delapan koin uang tembaga.

Setelah capek bermain, sang anak tertidur pulas. Orang tuanya menggunakan kertas merah untuk membungkus koin uang tembaga tadi dan menempatkan di bawah bantal anaknya yang sedang tidur.

Di tengah malam itu, bertiuplah angin dingin (陰風 yīn fēng) sampai pintu kamar terbuka dan lampu minyak pun mati. Hantu 祟 (suì) mulai beraksi akan memegang kepala anak kecil itu. Tiba-tiba hantu 祟 (suì) kaget melihat kilatan sinar yang muncul dari koin uang tembaga tersebut. Ngacir deh hantunya!

Dari sinilah kemudian orang tua tersebut menyebarkan kisah ini dan menyuruh teman-temannya yang lain melakukan cara yang sama agar anaknya tidak diganggu hantu dan dapat tidur dengan nyenyak.

Nah begitu kisahnya! Hingga hari ini tradisi itu tetap dilakukan. Tentu saja sekarang isinya bukan uang koin tembaga yang bolong tengahnya dan ditali dengan benang merah.

Itu jaman dulu seperti itu. Kalau sekarang, isi saja hong bao Anda dengan hasil capture atau struk bukti transfer ke rekening saya. Hahaha!!!

Ya wes lah, saya tak istirahat dulu. Mumpung sehari libur, gak kerja, gak pelayanan. Enak dibuat tidur saja. Biar besok kerja dan pelayanannya makin setrong lagi teman-teman.


Gideon Yusdianto

Instagram @61d30n