Hakuna Matata! Itu Lagu Apa?

Hakuna Matata!

It means no worries
For the rest of your days
It’s our problem-free philosophy

Anda pasti tahu, di atas itu adalah lirik lagu yang diperdengarkan secara luas pertama kali di film Lion King pada bulan Juni 1994. Minggu lalu saya nonton versi barunya. Lebih realistis animasinya. Jadi kayak bukan film kartun lagi.

Di tengah kegalauan akan masa depannya, Simba diajak nyanyi 2 teman barunya, Timon dan Pumbaa. Hakuna Matata, aslinya berasal dari bahasa Swahili. Artinya, jangan kuatir akan hari-harimu. 

Asyik lagunya! Bikin saya ikut nyanyi-nyanyi kecil di dalam gedung bioskop.

Memang ada sedikit kekuatiran sih dalam hidup saya saat itu. Namanya juga manusia yang masih hidup di bumi yang penuh masalah. Tapi lagu itu dinyanyikan berulang-ulang liriknya. Hakuna Matata! No worries! Jadi mak jleb deh!

Kuatir. Ya, siapa sih yang gak pernah merasakan ini? Tentu Anda juga pernah bukan? Bahkan saat Anda membaca tulisan saya ini, mungkin Anda sedang dilanda puncak kekuatiran. 

Saya jadi ingat akan kisah ini. Kisah seorang Dokter bedah.

Suatu ketika, salah seorang dokter bedah bertanya kepada rekan sejawatnya, “Dokter, operasi terhebat apakah yang pernah Anda lakukan?”

Tampak dia berpikir sesaat untuk mengingat-ingat operasi yang mana.

Saya sudah banyak melakukan operasi. Semuanya menuntut keahlian, kesabaran dan ketelitian. Tapi ini yang sungguh saya ingat. Operasi dari gadis kecil yang hanya punya harapan hidup10% saja.”

Malam itu para perawat membawa seorang gadis kecil yang berwajah pucat masuk ke-ruang operasi. Saat itu pikiran saya sedang galau dan kacau dengan bermacam-macam masalah.

Saat para perawat sedang menyiapkan pembiusan, si gadis kecil ini bertanya kepada saya.

“Dokter, boleh aku nanya sesuatu ?”

Ehmm. Apa yang kamu pengen tanyakan Nak?”

“Sebelum tidur malam, aku selalu berdoa. Sekarang sebelum operasi, bolehkah aku berdoa Dokter?”

“Ah tentu saja boleh Nak. Itu baik. Jangan lupa doakan untuk saya juga ya!”

Kemudian gadis kecil itu melipat kedua tangannya dan berdoa. 

Tuhan Yesus, Engkau Gembala yang baik. Berkatilah domba kecilMu malam ini. Di dalam kegelapan, kiranya Engkau dekat bersamaku. Lindungi aku sampai datangnya sinar mentari esok pagi. Dan berkati pula Dokter yang akan mengoperasiku.”

Setelah menutup doanya gadis kecil itu berkata “Sekarang aku sudah siap Dokter”.

Mata si Dokter berkaca-kaca, melihat iman yang dimiliki gadis kecil tersebut. Malam itu sebelum operasi dimulai, sang Dokter pun berdoa.

Tuhan yang baik, Engkau boleh tidak membantuku dalam operasi yang lain. Tapi kali ini, tolong Tuhan, bantulah saya untuk menyelamatkan nyawa gadis kecil ini.”

Singkat cerita, operasi berhasil.

Saat berpisah dan melepas gadis kecil itu untuk kembali ke rumah, maka si Dokter sadar, sesungguhnya ia-lah “pasien” yang menjalani operasi iman.

Tindakan iman di kisah ini menyiratkan makna, kalau saja kita menyerahkan seluruh beban masalah yang membuat kita terus menerus kuatir saat ini, maka tentu saja Tuhan akan menolong dan memulihkan kita. 

Iman itu seperti seekor burung yang merasakan terang dan bernyanyi riang, walau fajar masih gelap. Hakuna Matata!


Gideon Yusdianto

Instagram @61d30n