Hah? Juara 2?? Sakit ya rasanya gak juara 1? Beneran gitu??

Sejak kecil saya selalu dibiasakan punya mental sebagai juara di sekolah.

Bukan sebagai juara harapan, bukan juara 3, bukan juara 2. Tapi juara 1!

Kemarin, saat saya nonton film Overcomer, yang OST-nya dinyanyikan oleh @mandisaofficial , saya dapat beberapa pemahaman baru.

Btw, saya suka dengar lagunya di @bahterayudhafm ,  tapi baru kemarin sempat nonton filmya di TV.

Film ini bagus buat Anda tonton. Memotivasi banget saat Anda disepelekan orang lain. Atau saat Anda muak dengan perilaku buruk Anda, tapi tak sanggup Anda mengubahnya.

Nah, begini.

Saya tahu rasanya berproses.

Dari bawah, saat saya gak dianggap oleh teman dan guru di sekolah saat SD, karena prestasi saya jauh di bawah standard.

Saya pernah rangking di nomer ratusan, pararel 5 kelas waktu itu. Sampai akhirnya baru bisa jadi rangking 1 di semua kelas, saat sudah lulus SMP.

Nah bila Anda pernah ada di posisi rangking 2. Apapun itu! Baik di studi atau pekerjaan. Bagaimana rasanya?

Bagaimana rasanya saat lihat lawan kita mengangkat piala juara 1-nya? Sementara kita sudah mati-matian berjuang untuk to be number one.

Bagaimana rasanya saat mendengar sorak sorai team lawan memekikkan proklamasi kemenangan posisi 1-nya? Sementara pendukung kita mulai meninggalkan kita.

Sakit ya rasanya?

So, gue harus bilang wow gitu buat loe yang ada di no 1 sana?
Gitu kan ya?

Padahal abis nonton film semalam, saya punya penilaian bahwa, jadi no 2 sama wow-nya kok dengan jadi no 1?

Sama wow-nya juga dengan juara 3 dan juara harapan. Bahkan sama wow-nya dengan yang tidak juara.

Apalagi kalau kita berprosesnya pake acara jatuh bangun dengan begitu kerasnya. Wah, Anda tuh juara!

Jadi, kesimpulan saya. Jangan lihat pada hasil akhir.

Hargailah proses menuju hasil akhir. Semua itu juga layak mendapat penghargaan bukan?

Gak hina kok saat gak jadi juara 1 atau juara 2 atau juara berikutnya.  B aja keleeees!! Saaaansss coy!

Yang hina tuh, kalau Anda tidak mau mencoba, lagi dan lagi!

Gagal di angka kemenangan itu bukan aib. Biasa seperti itu! Yang sekarang juara 1 pun pernah melalui fase seperti itu kok sebelumnya.

Tapi gagal menemukan kemauan tuk berjuang, lagi dan lagi, itu yang merupakan aib sejati dari diri manusia.

So semangat Teman!
Kita kan masih punya Tuhan!
Itu artinya, masih ada harapan!

 

Gideon Yusdianto
Instgram @61d30n