GOODBYE 2016

Dikisahkan, seorang tukang kayu yang telah kelelahan berkarya ingin segera menjalani kehidupan pensiunnya.

Sejak awal dia adalah tukang kayu yang berbakat, tukang kayu yang berdedikasi tinggi atas pekerjaannya, tukang kayu yang bertanggung jawab penuh. Ketika ia menyampaikan keinginannya kepada Sang Tuan, ia malah diberi tugas terakhir sebelum pensiun, sang Tuan ingin ia membuat sebuah rumah megah untuknya.

Tukang kayu yang berbakat itu tiba-tiba berubah, ia menjadi tukang kayu yang sembrono, tukang kayu yang asal-asalan. Pukulan palu yang harusnya ia ayunkan tiga kali, hanya ia ayunkan satu kali. Itu pun ia lakukan dengan tidak sepenuh hati. Dengan terpaksa ia menyelesaikan tugas terakhirnya. Ia merasa Sang Tuan tidak lagi berpihak padanya, ia sungguh kecewa. Dan kekecewaannya ia lampiaskan pada pekerjaannya.

Sebuah rumah mewah yang jauh dari arti mewah akhirnya selesai tepat waktu. Ketika hari pensiun tiba, sang tukang kayu akhirnya mendapat sebuah amplop yang berisi sejumlah uang pensiun dan sebuah kunci rumah. Ketika ia menerimanya segera ia tersadar, ternyata kunci yang digenggamnya adalah kunci dari rumah yang baru selesai dibangunnya. “Hadiah spesial ini dipersembahkan padamu, karena kerjamu yang luar biasa dan berdedikasi selama bekerja di sini.” Kata Sang Tuan.

Lalu, sang tukang kayu hanya mampu melihat kunci rumah itu dengan penyesalan.

_____________________________________

Kisah ini mungkin sudah pernah anda baca atau anda dengar sebelumnya. Sengaja saya pilih lagi sebagai kisah penutup di penghujung tahun 2016 ini untuk mengingatkan kita bahwa seringkali lakon tukang kayu di atas adalah kita sendiri.

Coba renungkan di hari terakhir tahun 2016 ini, bukankah seringkali anda membangun hari-hari di tahun 2016 dengan asal-asalan ? Mungkin ada kekecewaan kepada sesama maupun kepada Tuhan yang membuat kita tidak menjadi maksimal dalam membangun masa depan kita. Dan akhirnya hari ini, di saat penghujung tahun sudah kita jejaki, kita menjadi kecewa karena rumah masa depan yang kita bangun ternyata jadinya tidaklah seindah mimpi kita dahulu.

Teman, waktu terus bergulir tanpa bisa dibendung. Ia akan terus bergerak maju walaupun kita sudah lelah menapakinya. Hari ini kalau anda masih berkesempatan membaca tulisan ini, itu artinya masih ada kesempatan untuk mengubah segala sesuatunya. Penyesalan tidak akan pernah bisa memperbaiki langkah kaki kita di 2017, sekali lagi sama sekali tidak akan pernah bisa.

Tidak usah tergesa dengan langkah yang drastis dan besar. Awali hari ini dengan sebuah langkah kecil yang kongkrit tapi konsisten selama 1 tahun ke depan. Berjanjilah pada Tuhan, minimal pada diri sendiri, bahwa saya akan lebih baik dan lebih bersemangat menjalani tahun 2017

Bahwa saya akan lebih intim bersama dengan Tuhan dengan tidak meninggalkan jam doaku. Bahwa aku akan lebih menjadi suami yang bertanggung jawab kepada keluargaku. Bahwa aku akan menjadi istri yang lebih sabar mendidik anak-anakku. Bahwa aku akan menjadi anak yang lebih berbakti kepada orang tuaku. Bahwa aku akan menjadi pekerja yang lebih memiliki ide brilian untuk kemajuan perusahaan di mana aku bekerja. Bahwa aku akan melayani umat Tuhan dengan sepenuh tenagaku tanpa ngomel. Dan seterusnya dan seterusnya …

Terima kasih sudah membaca blog saya sepanjang tahun ini. Sudah hampir 1000 kisah yang saya kirimkan pada pagi hari anda secara terus menerus sejak tahun 2014 hingga kini, tanpa lelah dan tanpa libur. Semoga langkah kecil tapi terus menerus dan konsisten ini menjadi sebuah langkah besar perubahan hidup anda ke arah yang lebih baik, terinspirasi dari kisah demi kisah yang saya hadirkan di web ini.

Selamat tahun baru 2017 , teman !