GEORGE WASHINGTON & KAPAKNYA

Ketika George Washington masih kecil, ia tinggal di sebuah peternakan dengan keluarganya. Ayahnya memiliki sebuah kebun pohon buah-buahan. Ia menanam pohon cherry dan mengatakan kepada semua orang untuk berhati-hati dan tidak mengganggunya sementara pohon itu tumbuh.

Suatu hari, George kecil mendapat hadiah sebuah kapak baru. Ia sangat antusias dan ingin mencobanya. Maka ia mulai memotong dan memotong apa saja yang dilihatnya. Dalam kegembiraannya itu, ia juga menebang pohon ceri tanpa menyadarinya. Tak lama kemudian, ayahnya menemukan bahwa pohon cherry-nya telah ditebang dan ia sangat marah. Ia mendesak untuk mengetahui siapa yang telah melakukannya, tapi tidak ada yang tahu apapun tentang hal itu.

Akhirnya, ia bertanya pada George. George gemetar ketakutan tapi ia memutuskan untuk tidak berbohong. Ia mengumpulkan keberanian dan berkata, “Saya melakukannya dengan kapak saya,”

Ayahnya bertanya, “Tetapi mengapa kau memotong pohon itu padahal saya sudah mengatakan untuk berhati-hati dengan pohon cherry itu?”

“Saya bermain dengan kapak dan saya tidak berpikir. Saya sangat menyesal, Ayah. Setelah ini, Saya akan selalu berpikir sebelum bertindak.”

Meskipun ayah George menyesal karena kehilangan pohon cherry-nya, tetapi ia senang karena George cukup memiliki keberanian dan bertanggung jawab atas tindakannya dengan berani. Katanya, “Saya senang kau mengatakan yang sebenarnya. Kebenaran adalah kualitas Tuhan. Kau harus selalu berlatih.” George tidak pernah melupakan kata-kata ayahnya itu.

Dan dengan kualitas serta cinta akan kebenaran, ia kemudian menjadi Presiden Amerika Serikat.

__________________________________________________________

Ketakutan menimbulkan kebohongan, kebohongan menimbulkan ketakutan dan kebohongan berikutnya. Demikian seterusnya, akhirnya ujung-ujungnya maut. Masa ya enak hidup seperti itu, teman ? Kejujuran akan membuat kualitas seorang manusia terpandang, baik di hadapan manusia maupun Tuhan, dan kualitas seperti itu yang membuat hidup anda semakin naik.

Nanti malam saya akan melayani Firman Tuhan di doa malam sebuah Gereja GBI, doakan pelayanan ini menjadi berkat bagi banyak jemaat yang hadir.

logo