FATHER’S HEART

Tom Lee adalah seorang pria yang selalu memiliki kilauan di matanya dan sebuah pesan Injil di lidahnya.
Keluarganya adalah salah satu dari mereka, yang orang gambarkan sebagai “pemberi energi”.
Jika Tom, istrinya dan tiga belas anak-anaknya, berada di kota, selalu berarti “penyemangat”.

Tadi malam, saat angin badai tornado mendekati rumah Lee di Alabama, Tom mengumpulkan istri dan tiga belas anak di ruang baca.
Mereka berkerkumpul dan mereka berdoa.
Dua menit kemudian tornado turun keatas rumah mereka.
Rumah itu langsung dihancurkannya saat balok dan balok arang menghujani atas mereka.

Namun dalam tindakan terakhir yang besar, dari naluri kebapaannya, Tom Lee berpikiran untuk melemparkan dirinya di atas anak-anaknya, termasuk putra kandung pertamanya Jordan.
Sambil menatap ayahnya, Jordan melihat darah di mulut ayahnya dan menyaksikan saat napas mulai meninggalkan ayahnya, tapi mampu mendengar kata-kata terakhir ayahnya yang menangis kepada Tuhan untuk keselamatan keluarganya.
Kemudian roh meninggalkan tubuh Tom Lee.

Ada yang terluka lainnya, termasuk anak-anak yang terperangkap di bawah piano dan antara balok.
Bantuan medis tidak datang selama berjam-jam.
Terlihat hanya banyak sekali kerusakan di lembah, terlalu sedikit tim penolong dan tidak adanya akses merupakan masalah.
Akhirnya team penolong datang.

Pagi ini beberapa anak telah keluar dari rumah sakit, sementara yang lain sedang dievaluasi karena lukanya.

Jordan Lee tidak memiliki waktu untuk berduka.
Jubah tanggung jawab telah ditempatkan di atasnya.
Tak lama setelah kematian ayahnya, dan sementara beberapa anak-anak tidak bisa diselamatkan tanpa bantuan, Jordan memanggil teman-temannya-anggota staf Forum Visi, Kevin Turley; mantan rekan-penatua di gereja lokalnya, Bob Welch, dan yang lainnya.
Seperti ayahnya, Jordan memiliki pikiran dewasa dan mampu mengambil langkah yang diperlukan untuk melihat bahwa ibunya, saudara saudarinya yang harus diselamatkan.

Waktu menunjukkan tengah malam di San Antonio, di North Carolina, di Tennessee, dan sekitarnya, saat kami bekerja sama membentuk tim terorganisir untuk melewati malam dan membawa bantuan untuk keluarga Lee dan keluarga lainnya yang telah hancur.

Pagi ini tim tiba. Laporan datang dari lokasi kejadian.
Beberapa saat sebelum memposting artikel ini, koordinator Visi Forum Ministries konferensi, Kevin Turley menggambarkan situasi sebagai kehancuran total.
Dia saat ini membantu seorang wanita yang menjerit mencari putrinya dan cucunya di sebidang tanah yang pernah ada sebuah rumah dan sekarang benar-benar rata.

Wanita itu berdiri di luar dan berteriak minta tolong:.

“Mereka sudah pergi … mereka pergi!” Dia meratap.
“Aku menyuruh mereka pergi dan mereka tidak mau …!”.

Beberapa orang yang rekan setim saya untuk Ke Ekspedisi Amazon telah bekerja sepanjang malam dan juga pada lokasi sekarang.
Makanan, pakaian, dan obat-obatan sangat dibutuhkan, terutama air.

Jelas bahwa otoritas polisi dan lokal kewalahan dan tidak mampu menangani seluruh masalah.

“Terima kasih Tuhan, Tubuh KRISTUS telah diaktifkan,”
Kevin baru saja memberitahuku. “Kami mendapat panggilan dan laporan dari traktor, truk, dan umat Kristen dari mana-mana yang dalam perjalanan mereka, untuk membantu.”.
keluarga Tom Lee.

Itulah HATI BAPA, yang mengorbankan Nyawa untuk anak-anaknya.

there is no God like You, JESUS.
Farewell Tom Lee, we see JESUS in you.

 

cropped-cropped-cropped-gideoncom.jpg