Duh, aku ngresulo!

Namanya juga masih manusia, kadang saya ini ya masih aja sawang sinawang dengan hidupnya orang lain.

Enak ya semua pada liburan, saya harus tetap bekerja. Di dua alam lagi kerjanya! Hahaha! Maksudnya pekerjaan dunia dan pekerjaan akhirat.

Saat Sabtu Minggu waktunya para.pekerja lbur, saya harus tetap melayani di sana sini, sesuai dengan jadwal undangan.

Makanya pinter-pinternya saya aja menyiasati kesibukan ini. Selalu saja saya cari kesempatan untuk men-service diri sendiri dengan me time.

Dari @caturraespresso di bilangan Anjasmoro Surabaya,
sambil menunggu jam pelayanan berikutnya, saya merenungkan beberapa hal soal sawang sinawang ini.

Kalau saya lihat kok enak ya hidup orang lain?! Kadang setelah itu saya baru menyadari. Bahwa mereka ini sedang menutupi segala susahnya, tanpa memgeluh.

Saat saya menghakimi, kok kamu enak ya. Ternyata dari ceritanya baru saya tahu kalau ia hanya pandai membungkus hidupnya dengan selalu bersyukur dan tak takabur saat makmur.

Saat saya berkeluh kesah dalam ujian kehidupan yang saya jalani, baru saya mengerti. Bahwa orang lain bukannya hidup tanpa badai. Hanya saja ia mampu menari dalam badai itu.

Saat saya melirik hidup orang lain dengan berbagai macam fasilitasnya. Dari dekat akhirnya saya tahu bahwa mereka ini hanya berbahagia dengan tampil apa adanya. Tanpa bungkus pencitraan.

Saat saya lihat, aduh hidup kamu kok beruntung ya! Siapa menyangka dari ceritanya, ternyata ia harus selalu dekat pada Tuhan dan selalu bergantung.

Ah, masih banyak lainnya perenungan yang saya dapat sore ini. Terima kasih Tuhan buat kepercayaanMu untuk saya boleh mengelola nafas hidup ini.

Bahagia itu emang sederhana kok! Sambil nyeruput kopi Ethiopia, lha kok saya sudah merasa euforia!

 

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n