DOMBA ATAU ANJING ?

Seorang pria menerima domba sebagai hadiah dari seorang teman. Dengan senang hati, ia membawa pulang domba itu. Tiga orang pencuri menyaksikan perjalanannya. Mereka merencanakan untuk mencuri domba yang dibawa oleh pria tadi.

Pencuri pertama, berpura-pura menjadi wisatawan, mendekati pria itu dan bertanya, “Ke mana Anda hendak pergi, dan menarik anjing ini bersama dengan Anda?”

Pria itu menjawab dengan polos, “Anda keliru. Ini bukan anjing. Ini adalah anak domba. Aku mendapatkannya sebagai hadiah, dan akan membawanya pulang.” Pria itu lalu mengangkat anak dombanya dan melanjutkan perjalanan sambil membawa domba di pundaknya.

Beberapa saat kemudian, pencuri kedua datang. Ia bertanya kepada pria itu, “Hai, kenapa Anda membawa anjing itu di pundak Anda?”

Pria itu menegaskan bahwa itu adalah domba dan bukan anjing. Tetapi pertanyaan itu diulang terus hingga membuat sedikit keraguan dalam pikirannya. Ia memeriksa dombanya dengan hati-hati dan terus membawanya.

Setelah beberapa saat, pencuri ketiga muncul yang berpura-pura menjadi wisatawan lain. Ia bertanya kepada pria itu, “Hei, kenapa kau membawa anjing berharga di pundakmu?”

Pria itu sekarang berada dalam kebingungan. Ia berpikir bahwa pendapat dari tiga orang yang berbeda tentunya tidak mungkin salah. Ia yakin bahwa ia telah membawa anjing. Ia mengutuk temannya yang memberinya hewan itu dan meninggalkan domba itu di jalan. Ia berjalan pulang dengan gembira, lega tanpa beban.

Dua pencuri yang bertemu dengan pria itu sebelumnya rupanya diam-diam mengikutinya. Mereka kemudian bergabung dengan pencuri ketiga dan menangkap anak domba itu. Mereka senang karena mudah sekali menipu pria itu. Mereka kemudian menyembelih anak domba itu, memasak, dan menikmati makan malam mewah bersama teman-teman mereka.

____________________________________

Nah, inilah gunanya kita tahu dasar dan kebenaran Firman, agar kita tidak diombang-ambingkan Iblis yang suka memutarbalikkan fakta. Yang benar dibilang salah, yang salah dibilang benar. Yang boleh dibilang tidak boleh. Yang tidak boleh malah dibilang boleh. Bingung kan kalau kita tidak mantap tahu kebenarannya. Ingat kasus Hawa yang kena tipu daya iblis, dan bedakan dengan Yesus yang tidak bisa dicobai Iblis.

Tidak ada seorang pun yang ingin menjadi seorang yang lemah, baik secara fisik ataupun secara rohani. Orang-orang muda yang dikatakan dalam 1 Yohanes 2:14 bukan lagi “anak-anak”, tetapi mereka ”kuat”, sebab Firman Tuhan diam di dalam mereka dan mereka mengalahkan yang jahat. Itu berarti mereka telah dipenuhi dengan Firman Tuhan sampai mereka menjadi cukup kuat dalam iman, sehingga mereka tidak terus menerus dikalahkan oleh dosa dan pencobaan.

Hanya ada satu jalan untuk menjadi kuat secara rohani, yaitu dengan membaca, mempelajari, merenungkan, menghafal dan melakukan Firman Tuhan.

logo