DIBAYAR DENGAN KERANG

Suatu siang, seorang bocah lelaki yang belum genap 10 tahun, pergi ke pusat perbelanjaan dengan adiknya yang masih kecil. Ketika mereka sedang berjalan-jalan, tiba-tiba sang adik berhenti di depan etalase suatu toko. Rupanya, itu adalah sebuah toko mainan. Di etalase toko itu tampak ada banyak boneka

Wajah sang adik sangat terpesona pada boneka yang ada di dalam etalase tersebut. Sang kakak kemudian bertanya, “Apakah kamu menginginkan sesuatu?” Sang adik langsung menunjuk satu boneka beruang yang ada di etalase tersebut.

Seperti orang dewasa, sang kakak ini kemudian masuk ke dalam toko. Usianya tentu belum genap 10 tahun namun ia dengan berani berkata pada sang pemilik toko, “Berapa harga boneka ini, Pak?” Sang kakak berkata begitu sambil menunjuk boneka beruang yang sudah diambil oleh adiknya. Sang pemilik toko sesaat terkejut. Ia merasa kaget dengan sikap sang kakak yang sangat dewasa dan perhatian pada adiknya itu.

Sang pemilik toko yang baik hati dan pemurah ini kemudian menjawab, “Berapa banyak yang bisa kamu bayar, Nak?” Tiba-tiba sang anak mengeluarkan kerang dari kantongnya. Kerang-kerang yang ia kumpukan dari pantai itu diletakkannya di meja kasir.

Tanpa berkata sepatah kata pun, sang pemilik toko ini mengambili satu per satu kerang tersebut. Ia kemudian menghitung kerang-kerang itu seakan sedang menghitung uang sungguhan.

Dengan wajah takut dan sedikit cemas, bocah ini berkata lagi, “Apakah kerang-kerang itu kurang, Pak?” Sambil tersenyum, sang pemilik toko itu menjawab, “Oh, tidak, tidak. Ini justru lebih dari cukup! Aku justru harus mengembalikan kepada kamu sisanya.”

Sang pemilik toko kemudian mengambil empat kerang itu dan mengembalikan sisanya pada sang bocah lelaki. Wajah anak ini kemudian terlihat sangat bahagia. Ia pun mengambil kerang-kerang sisanya dan memasukkannya lagi ke kantong. Ia kemudian tersenyum pada adiknya yang sudah memeluk boneka barunya dengan sangat senang. Mereka berdua kemudian keluar dari toko dengan gembira.

Salah satu pegawai yang melihat hal itu kemudian berkata, “Pak, bagaimana mungkin kamu memberikan sebuah boneka yang mahal hanya dengan bayaran empat kerang tak berharga ini?” Pemilik toko itu menjawab, “Nah, bagi kita tentu ini hanyalah sekadar kerang tak berharga. Namun, bagi anak itu kerang-kerang tadi merupakan harta yang tak ternilai.”

Setelah berhenti sejenak, pemilik toko ini berkata lagi, “Kelak ketika ia dewasa, ia akan ingat pernah membeli sebuah boneka untuk adik keayangannya dengan memakai kerang, bukan uang. Pada saat itulah ia akan mengingat bahwa di dunia ini tentu masih ada orang baik. Dengan itu ia akan termotivasi untuk menjadi orang yang baik juga.”

______________________________

Setiap tindakan kasih dan kebaikan yang kita lakukan, sekecil apapun, akan sangat berharga di hadapan Tuhan. Apalagi bila tindakan-tindakan kasih itu sering kita lakukan, berarti kita seperti penabur yang terus menaburkan benih kebaikan, walaupun semak duri ikut bertumbuh juga di sekitarnya.

Marilah kita senantiasa menebarkan benih kebaikan bagi sesama kita, jangan pernah bosan atau jenuh bila tidak kelihatan hasilnya, sebab tanpa kita lihat sesungguhnya upahmu besar di surga.