DENNY SI TANGAN SATU

Denny adalah seorang anak yang cacat sejak lahir. Tangan kanannya tidak berkembang dalam kandungan sehingga dokter harus mengamputasi seluruh lengannya.

Keadaan ini membuat Denny sering diejek oleh anak lain. Ketika sedang bermain dengan teman-teman sebayanya, Denny sering dihina dan direndahkan. Ia bahkan terkadang dipukuli setelah dihina-hina sebagai bocah bertangan satu.

Suatu ketika, saat sedang pulang dari sekolah Denny didekati oleh kakak kelasnya. Ia digoda dan hendak diperas oleh sekumpulan remaja yang jahat itu. Untung saja ada seorang pria tua yang melihat kejadian ini dan segera menolong Denny. Setelah semua remaja itu diusir, pria ini baru sadar bahwa Denny hanya memiliki satu tangan.

Tergerak oleh belas kasihan, pria ini berkata, “Aku akan mengajarimu silat supaya tak ada seorang pun lagi yang berani mengganggumu.” Denny awalnya tak percaya dan berkata, “Bagaimana bisa aku berlatih silat? Tanganku hanya satu.

Pria itu meyakinkan Denny bahwa ia punya jurus silat khusus untuk orang bertangan satu. Akhirnya, Denny pun setuju untuk belajar silat. Sejak saat itu ia selalu pergi ke rumah sang orang tua itu setiap hari sepulang sekolah.

Orang tua itu ternyata mengajarkan jurus yang sulit. Sehari, seminggu, sebulan, Denny belum bisa menguasainya. Namun, ia tetap bersemangat untuk terus belajar. Ia tak pantang menyerah terus mencoba menguasai jurus tersebut.

Setelah beberapa bulan berlalu, Denny sudah mulai menguasai jurus tersebut. Denny sangat gembira karena sudah berhasil.

Ia pun meminta pada orang tua itu untuk mengajari jurus lain. Namun, orang tua itu rupanya masih belum puas. Ia malah berkata, “Kamu sudah bisa? Bagus. Sekarang aku mau kamu lakukan jurus itu dengan lebih cepat dan lebih baik.”

Denny akhirnya belajar lagi dengan giat. Namun setelah beberapa minggu berlalu ia bosan juga. Kapan aku bisa belajar gerakan baru? Begitulah batin Denny berkata setiap hari. Namun, ketika Denny mengungkapkan perasaannya, orang tua ini malah berkata, “Kamu merasa sudah bisa? Baik, kalau begitu dua bulan lagi kamu akan aku ikutkan turnamen silat.”

Ditantang seperti itu, Denny merasa harus berani untuk maju. Lagipula, sang guru ini pasti akan mengajarkan jurus hebat dalam dua bulan ke depan. Anehnya, walau waktu ke turnamen sudah kian dekat, orang tua ini sama sekali tidak mengajarkan jurus baru. Denny pun mulai protes.

“Guru, turnamen sudah dekat. Mengapa kamu tidak mengajarkanku jurus baru?” begitu ucapnya. Namun sang guru tetap menyuruhnya untuk melatih satu jurus tersebut. Denny akhirnya mau tak mau melatih jurus itu lagi. Ia sudah tak bisa mundur karena namanya sudah terdaftar di turnamen.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. Denny datang ke lokasi turnamen dengan hati yang berdegup kencang. Bisakah ia bertanding mengimbangi lawan-lawannya yang semua punya dua tangan.

Babak pertama datang. Ia berhasil mengalahkan sang musuh dengan satu kali pukulan yang telak. Denny sangat lega! Setidaknya ia berhasil mengalahkan satu musuh dan tidak mempermalukan gurunya.

Babak kedua, ketiga, dan keempat pun berhasil ia lalui. Tak disangka, hanya dengan satu jurus saja Denny bisa menang. Ia kemudian berhasil maju ke babak final. Dengan sangat gugup, Denny berkata,” Guru, ayo ajari aku jurus yang baru! Aku sudah menang empat kali dengan jurus yang sama. Musuh sudah tahu jurusku! Ia sangat cepat dan hebat sehingga bila aku tidak memakai jurus lain, tak mungkin aku bisa menang!

Tanpa disangka, sang guru berkata, ” Fokuslah dengan jurusmu. Kamu pasti bisa menang.”

Saat pertandingan, Denny sangat gugup. Lawannya memang hebat dan cepat. Denny cukup kewalahan. Untung saja pada satu momen ia berhasil melihat celah pada musuhnya dan ia pun memasukkan satu jurus andalannya. Denny kemudian menang! Ia berhasil membabat musuhnya dengan satu jurus andalan.

Denny menang dengan kebanggaan. Semua menyelamatinya. Namun di saat itu, Denny langsung pergi ke gurunya dan bertanya, “Bagaimana bisa aku yang bertangan satu menang dengan satu jurus saja?” Orang tua itu menjawab dengan santai, “Jurus yang kuajarkan padamu itu hanya bisa dilawan dengan menarik tangan kanan (yang tidak dimiliki Denny). Cacatmu itu sesungguhnya adalah suatu berkah. Dengan kerja keras dan kemauan, siapapun bisa meraih kesuksesan.”

______________________________________________

Sebuah kelemahan akan menjadi senjata yang tajam, saat kita mau mengubahnya menjadi kekuatan dalam hidup. Jangan larut dan fokus pada kekurangan anda karena sebenarnya Tuhan sudah menitipkan sebuah potensi yang sangat besar untuk kita gunakan.

Seharian ini saya akan melayani berkhotbah di GBI, kiranya akan menjadi berkat dan kekuatan bagi jemaat. Selamat hari Minggu semuanya!

logo