DENNIS RODMAN

Dennis Rodman adalah seorang pemain basket profesional yang dikenal oleh permainannya yang jenius. Ia dikenal sebagai seorang pemain yang hebat jika harus berduel saat bola di udara, mahir dalam pertahanannya, dan lihai dalam memblok tembakan lawan sekaligus merebut bola dari tangan lawan.

Ibarat kata, Dennis Rodman adalah pemain dengan satu paket komplit. Ini juga yang membuat pelatih Chicago Bulls, Phill Jackson selaku pelatihnya memilih Dennis sebagai salah satu pemain inti bersama Michael Jordan, Scottie Pippen, dan Steve Kerr dalan setiap laga NBA. Ia meraih berkali-kali cincin juara NBA.

Sayangnya, Dennis Rodman memiliki satu kelemahan yang bisa membuat dirinya bermain dengan sangat buruk. Kelemahannya adalah ia tidak bisa mengontrol emosi. Jika ia emosi saat bermain, maka seluruh permainannya akan kacau balau. Tidak jarang ia mendapat peringatan bahkan terpaksa dikeluarkan oleh wasit lantaran emosinya yang tidak terkendali.

________________

Dalam keterbatasan kita, kemarahan sering kali menghampiri. Baik itu karena kita merasa adanya ketidak adilan, kesakitan, atau kekecewaan. Meluapkan kemarahan juga merupakan hal yang wajar, kok.

Namun kita perlu ingat kalau kemarahan yang kita luapkan bisa berdampak bagi orang lain. Hal ini tentu dong bisa bikin orang lain sedih atau terluka. Yang menjadikan marah tidak wajar adalah saat kita tidak mampu lagi mengendalikan emosi kemarahan kita.

Misalnya saja ada orang yang hanya salah ngomong ke kita, dia saja sudah minta maaf, namun kita terus menerus melempari dia dengan kata-kata kasar.

Tuhan mau kita untuk mengendalikan diri kita. Pada Amsal 25:28, “Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang romboh temboknya.” Kita semua dikaruniai oleh Tuhan emosi untuk dapat merasakan dan bereaksi pada setiap hal yang kita alami atau lihat.

Reaksi seperti apa yang ditimbulkannya tentu saja tergantung pada bagaimana cara kita mengelola emosi atau kesanggupan kita menahan emosi yang timbul tersebut. Memang tidak mudah dalam menahan emosi, namun Tuhan sudah menaruh Roh Kudus dalam setiap kita sehingga kita pasti dimampukan-Nya untuk mengendalikan emosi.

Setiap emosi kita rasanya ingin meluap, ada Roh Kudus yang akan mengingatkan kita untuk belajar sabar dan mengampuni. Menahan emosi adalah sebuah proses, sebuah pembelajaran. Roh Kudus yang tinggal di dalam kita adalah Guru yang terbaik untuk menuntun kita agar dimampukan untuk menguasai diri dari melakukan hal-hal yang merusak serta merugikan orang lain dan diri sendiri.

Ketika kita sedang dalam keadaan marah, cobalah untuk menarik nafas sambil minta kepada Roh Kudus agar diberikan hikmat pengendalian diri. Dengan begitu, kemarahan kita tidak akan menyakiti siapa pun dan kita bisa mengendalikan emosi dengan baik. Pengendalian diri yang baik adalah kunci kemenangan dalam setiap perlombaan apa pun.

Sumber : jawaban.com