DEMI KUCING

Akibat gempuran serangan yang bertubi-tubi, Masaken Hanano, sebuah wilayah yang berdekatan dengan Syria, ditinggalkan penghuninya. Tak banyak lagi yang mau ada di sana, tapi seorang pria datang ke sana setiap bulan.

Dia adalah seorang sopir ambulance, tapi datang ke sana bukan untuk menyelamatkan manusia. Karena, memang tak ada lagi yang tinggal di sana, melainkan, segerombolan kucing.

1

Photo copyright Buzzfeed.com

Kucing-kucing liar survive di keheningan kota, namun mereka akan senang saat melihat Alaa. Pria itu, akan memberi mereka makan. Hanya dia dan Tuhan yang memelihara kucing-kucing ini.

Mereka bukan kucing Persia yang mahal, memang hanya kucing jalanan biasa. Namun Alaa, tak pernah meremehkan mereka. Ia dengan rutin telah memberi mereka makan selama 2 bulan terakhir. Menurut pengakuannya, dilansir dari Buzzfeed, Alaa menghabiskan sekitar $4 atau Rp 40ribuan untuk membeli daging.

2
Photo copyright Buzzfeed.com

Dengan sejumlah daging itu, ia memberi makan 150 ekor kucing yang ada di Masaken Hanano. Kucing-kucing ini mulai menemukan orang yang peduli pada mereka. Setiap kali Alaa datang, kucing-kucing tersebut akan menyambutnya.

3
Photo copyright Buzzfeed.com

Banyak netizen yang simpatik pada tindakan Alaa, dari Chicago, California, bahkan di seluruh dunia yang membaca kisah Alaa. Mereka bahkan menawarkan diri untuk memberikan donasi baginya. Seorang wanita bernama Laura Reed setuju dengan ide tersebut, “Aku juga berpikir demikian, karena tak mudah dan tak murah memberi makan hewan sebanyak itu.”

4

Luar bisa sekali si Alaa ini! Saya saja yang pecinta kucing belum tentu sepeduli dia. Mungkin anda berkata, “Halaaah…itu kan cuma kucing saja!”  Bila anda mengatakan demikian apakah anda sudah berbuat sebuah kepedulian kecil terhadap sesama manusia?

Hari Minggu yang lalu di Exhibition Center Galaxi Mall saya menghadiri sebuah malam konser Charity for Papua. Miris! Ya hanya satu kata itu yang terucap dari hati saya.

Di saat sebuah acara KKR kesembuhan selalu dijubeli dengan lautan manusai yang ingin sembuh. Di saat sebuah ibadah dengan celebration besar-besaran dengan mengundang artis nasional selalu dibanjiri dengan banyak orang. Tapi untuk sebuah aksi kepedulian sosial kepada sesama, bangku-bangku kosong yang banyak itu menyaksikan penampilan mereka yang peduli kepada saudaranya manusia. Anyway, saya salut dengan teman-teman panitia Chariot of Fire yang sudah berusaha yang terbaik. Kalian semua pahlawan!

Apa arti semua ini teman? Yang ingin saya sampaikan lewat kisah di Alaa  di atas ialah lakukan hal-hal yang menyatakan kepedulian kita dengan lingkungan, dengan sesama. Mungkin itu sepele, tapi yang penting tulus, dan tanpa akal bulus. Tidak selalu harus pakai fulus kan? Hehehe….

-gideon yusdianto-

 

 

 

3 thoughts on “DEMI KUCING

  1. _
    I )
    / /
    / \____
    /’ (___))
    / __/ (___ ))
    / (___))
    =D //\____(__ ))
    /’
    ‘ /’\
     ‎​. SiiiiiP..!!! Pak Gi…………..Gbu

  2. Sebenarnya, setiap manusia ada rasa iba terhadap sesama nya, tp sebagian besar tdk meresponi rasa iba itu, ayooooo….semua nya kita harus mengasihi sesama kita….masa kalah dengan kucing T….T

Comments are closed.