DEDIKASI SEORANG DOKTER

Seorang dokter sedang bergegas hendak masuk ke dalam ruang operasi. Ia terlihat buru-buru, wajahnya cemas, beberapa bulir keringat bercucuran menetes melalui wajahnya yang bersih. Itu pertanda bahwa ia memang bergegas datang ke rumah sakit. Sesampainya di pintu operasi, seorang lelaki yang merupakan ayah dari pasien yang akan dioperasi dokter itu melabraknya, “Kenapa lama sekali anda tiba di rumah sakit ini? Seharusnya anda tahu bahwa anak saya di dalam sana sedang berjuang mempertahankan nyawanya! Dan telat sedikit saja anda tiba di rumah sakit ini, nyawa anak saya taruhannya, dok!”

Sambil tersenyum kecil, dokter itu menjawab, “Maaf, saya sedang tidak di Rumah Sakit tadi. Tapi begitu pihak rumah sakit menghubungi saya untuk segera datang, saya langsung bergegas kemari”

Tanpa memperpanjang percakapan, dokter muda itu segera masuk ke ruang operasi. Beberapa jam kemudian, dokter muda itu keluar dari ruangan operasi dengan wajah tersenyum. Ia mendekati ayah sang anak yang melabraknya tadi, “Puji Tuhan operasinya berjalan lancar dan anak bapak sudah dalam kondisi stabil di dalam” kata dokter muda itu, “Oh iya, jika butuh apa-apa, silakan hubungi suster yang berjaga, mereka akan membantu semua kebutuhan bapak di rumah sakit ini”

Tanpa merasa perlu menunggu jawaban dari sang ayah, sang dokter muda langsung bergegas pergi meninggalkan ayah si pasien.

Si ayah pasien merasa tindakan dokter muda itu arogan, sombong, dan angkuh. Sambil bersungut-sungut kesal, ia menggerutu, “Kenapa dokter itu angkuh sekali? Bukankah seharusnya ia memberi penjelasan mengenai keadaan anak saya!” katanya di depanseorang suster.

Sambil meneteskan air mata suster itu menjawab, “Anak dokter tersebut meninggal dalam kecelakaan kemarin sore, ia sedang menguburkan anaknya saat kami menghubunginya untuk melakukan operasi kepada anak anda. Sekarang anak anda sudah selamat, dan ia bisa kembali berkabung. Kembali ke pemakaman anaknya”

************************************************

Jangan pernah terburu-buru menilai seseorang. Maklumilah setiap jiwa di sekeliling kita yang menyimpan cerita kehidupan yang kadang tidak pernah kita bayangkan.

Ingatlah bahwa selalu ada air mata di setiap senyuman, ada kasih sayang di balik setiap amarah, ada pengorbanan di balik setiap ketidak pedulian, ada harapan di balik setiap kesakitan, dan ada kekecewaan di balik setiap derai tawa. Pahamilah setiap kehidupan dan jangan buru-buru menilai seseorang.

Percayalah bahwa tidak hanya kita yang sedang dilanda masalah, maka janganlah menjadikan diri seperti orang yang paling menderita sedunia. Bersabarlah. Sabar jauh lebih baik.

3 Replies to “DEDIKASI SEORANG DOKTER”

  1. dari kisah ini kita dpt belajar untuk tidak menghakimi orang lain , tetapi belajar untuk mengerti akan orang lain:-)

Comments are closed.