DAUN yang JATUH tak pernah MEMBENCI angin

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.

Jangan pernah membenci angin yang menerbangkanmu dari tangkai daunmu. Karena dimana pun daun terjatuh, ia dapat menjadi pupuk. Jadilah pupuk untuk kehidupanmu selanjutnya.  Menumbuhkan daun-daun baru yang indah.  Memberikan manfaat, dan menjadi dirimu yang baru.  Menjadi pohon yang baru.

Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.

Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.

“DAUN yang JATUH tak pernah MEMBENCI ANGIN” , sebuah kalimat yang cukup menyentak perhatian dan menyentuh hati saya. Diambil dari judul buku novel yang saya baca di toko buku Gramedia kemarin.  Tanpa membuka segel yang ada di buku itu selintas saya sudah bisa menduga makna yang akan disampaikan lewat cerita di dalamnya.

Ingatan saya langsung dibawa pada peristiwa kehilangan demi kehilangan yang terjadi di usia semangat-semangatnya saya untuk meraih sebuah mimpi, sebuah impian yang telah dari sejak kecil saya hidupi, Sebagian besar anda pasti sudah mengetahui sepenggal kisah kehidupan saya di bab “kehilangan” ini!

Tapi seperti daun itu, sekarang saya sudah tidak pernah marah lagi kepada angin karena membuat “daun cita-cita” saya berguguran. Pun juga saya juga tak menggugat angin lagi ketika akhirnya daun itu menjadi kering. Bahkan pada akhirnya, daun bersyukur karena angin telah membuatnya mencium tanah, sehingga menjadi pupuk untuk pohon yang dulu ia rumahi.

Tak menutup mata ada rasa sakit dalam proses yg terjadi, akhirnya semuanya menjadi indah pada waktuNYA.

Bukankah seperti yang saya katakan dalam CD kesaksian dan pujian “PERTOLONGAN-MU” bahwa hidup ini adalah rangkaian keping-keping, puzzle-puzzle kehidupan. Dan kini saya makin memahami ketika daun tidak lagi marah pada angin yang telah menggugurkannya, semakin cepat proses penggabungan keping-keping puzzle kehidupan itu.

Ah, betapa indahnya!

 

 

 

 

 

Comments

    Belajar berkorban utk Orang lain di sekitar kita,walaupun kadang itu terasa menyakitkan…Maju terus dlm Melayani Bro…

    dengan di proses mengalami berbagai masalah dalam khidupan yg kita jalani dan klo kita menoleh kembali kebelakang perjalanan hidup ini ,sungguh luar biasa ada campur tangan Tuhan krn kita tak d biarkan jatuh tergeletak sbab tanganNya mnopang,amen.

    Persis yang saya rasakan saat ini dan sedang berlangsung dimana saya hrs menjalani krn terbentur sana dan sini..akhirnya saya menyadari bhw saya adlh daun yg hrs tulus menerima…tanpa menyalahkan angin..Rancangan Tuhan mendatangkan kebaikan. Bagi org yg percaya…makasih udh share..GBU

    Apapun yg trjdi dlm hidup ini qta hrz tetap mngucap syukur pdaNYA. Pegang teguh janjiNYA&DIA sll menolong tepat waktu. Bkn waktu qta tpi waktuNYA Tuhan. GBU all:)

    “Buluh yg terkulai..takkan dipatahkanNya. DIA akan jadikan indah sungguh lebih berharga”.
    Masing masing posisi mempunyai perannya sendiri sesuai yang difirmankanNYA

Comments are closed.