Dari puncak bukit, dari penggemarmu No 1

Mama,

Sengaja ku mengajakmu naik ke tempat yang tinggi ini.

Hanya untuk bersenda gurau dan menumpahkan rasa yang membuatku gelisah

Hanya kita berdua saja !

Masih kulihat cantiknya wajahmu
di tengah balutan kerutan kulit tubuhmu.

Aku tahu engkau tak akan pernah mungkin kuat lagi memangku-ku
seperti saatku masih kecil.

Tapi engkau selalu kuat memangku setiap beban masalah yang ada
termasuk semua galauku.

Nyatanya tidak selalu engkau kuat, Mama …

Saat tak sanggup lagi
pernah kulihat engkau mulai men-sujud-kan lututmu
berseru dengan tangisanmu

Tuhan, mari tolong anakku !

Mama lihatlah,
Sebenarnya rangkulanku untukmu
adalah untuk merangkul semua emosi dan pemikiran-pemikiranmu.

Dari puncak bukit ini aku teringat
Mama pernah berdoa
supaya Tuhan membawaku ke tempat yang semakin tinggi.

Sambil kau titipkan pesan buatku
untuk meletakkan bunga kejujuran dan ketulusan
di tempat yang penuh dengan sepoi-sepoi angin intrik di sana-sini.

Mama,
lihatlah di bawah sana…
Masih kutemukan banyak orang yang tidak bisa mengalahkan kegagalannya
dan memenangkan penerimaan dirinya.

Tapi terima kasih Mama
engkau tak pernah menyerah
untuk mengasihiku apa adanya.

Salam hormat Mama,
dengan kasih yang tak pernah berujung
dari penggemarmu yang terdepan…

Gideon Yusdianto
instagram @61d30n