“Cermin Ajaib” ini menampilkan 2 bayangan yang membuat saya belajar. Apa itu?

Memang selalu mudah mencari kesalahan dan buruknya orang, daripada menyadari lemahnya diri kita sendiri.

Nah, mari kita belajar dari cermin.

Cermin itu selalu jujur. Ia akan menampilkan bayangan dengan apa adanya.

Saat @franky_soni_wijaya , barber andalan saya dari @mbois_barber Klampis Surabaya menyodorkan cermin, kelihatan dah aslinya rambut saya.  Jujur, tak selebat dan sehitam dulu. Sangking aja Franky bisa menyiasati dengan seni guntingannya.

Kalau cermin saja bisa jujur, kenapa kita gak pernah jujur? Masih banyak kok kelemahan yang ada pada kita.

Saat tahu dari cermin, wah banyak juga rambut saya di bagian belakang yang makin menipis. Maka saya gak diam. Paling gak saya beri hair tonic lah untuk merawatnya. Biar gak makin cepat habisnya! Hahaha!

Artinya, cermin juga membuat kita mawas diri dengan mengambil langkah perbaikan.

Mana ada sih yang sempurna di dunia ini. Yang ada hanyalah “hampir sempurna”. Itu pun harus terus belajar dan belajar kalau mau mencapainya.

Ego diri terkadang menuntut kita untuk tampil bener terus. Tapi, cobalah letakkan cermin di depan atau belakang kita. Sebelum kita menyalahkan orang lain melulu, akhirnya malah bikin malu.

Jadi kesimpulannya, cermin ini telah melatih saya untuk dua hal.
Pertama, jujur!
Kedua, evaluasi tiap saat.

Luar biasa ya cermin-nya Franky! Dia komentar di postingan Instagram saya begini “Cermin ajaib bos ku 🙏

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n