BURUNG ELANG

Suatu hari seorang Raja mendapat hadiah dua ekor anak burung elang. Lalu, sang Raja berpikir akan bagus sekali jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi. Tentu akan lebih indah lagi. Kemudian, sang Raja memanggil pelatih burung yang tersohor di negerinya untuk melatih dua elang ini.

Setelah beberapa bulan kemudian, pelatih burung tersebut melapor: seekor elang telah terbang tinggi dan melayang-layang di angkasa. Namun, seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya.

Raja pun memanggil semua ahli hewan untuk memeriksa elang kesayangannya ini, tetapi tidak ada yang berhasil menyembuhkan dan membuat elang ini terbang. Berbagai usaha telah dilakukan, namun elang ini tidak kunjung bergerak dari dahannya.

Kemudian, sang Raja bertemu dengan petani yang sangat mengenal akan sifat elang dan memintanya untuk membantu. Keesokan harinya ketika Raja mengunjungi elang ini, ia kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi.

Dengan penuh penasaran sang Raja bertanya kepada petani apa yang ia telah lakukan. Petani pun menjawab, “Saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapinya. Dahan itu yang membuatnya nyaman.”

____________________________________

Jika anda memiliki pilihan antara hidup nyaman dan hidup dengan problem, mana yang anda pilih? Mungkin anda tertawa dan berkata pada saya “Emang situ mau hidup dengan masalah ?”

Tapi masalahnya kenyamanan hidup sering membuat kita lupa untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Namun, mari coba ingat-ingat perjalanan hidup kita. Bukankah pada saat kita berada dalam tekanan dan penindasan, sebenarnya itulah saat-saat potensi pertumbuhan kita sedang berjalan dengan baik?

Nah teman, Tuhan terkadang harus “memotong” dahan kenyamanan kita untuk mengubah iman kita agar bertumbuh dan naik ke level yang lebih tinggi, terbang mengatasi badai.

 

logo