Buah Kebahagiaan di Hutan Misteri

Anda sedang mencari sebuah rasa bahagia hari-hari ini?

Sama dong dengan kisah dari Si Daoke ini!

Suatu kali, dalam kegalauannya, Si Daoke menemui pembimbing rohaninya, sebut saja Si Mentor.

“Pak Mentor, saya ini kan sudah punya segalanya ya?
Kekayaan, keluarga, jabatan, kepandaian.
Tidak ada yang menyangsikan soal itu.

Tapi…Saya kok gak bisa bahagia gitu. Gimana ya Pak Mentor?” tanyanya.

“Bahagia seperti apa yang Anda inginkan, Daoke?”

“Itulah saya juga tidak tahu!”

“Ok..Ok. Begini saja. Saya tahu yang Daoke maksudkan.”

“Bagaimana Pak Mentor?”

“Besok, coba Daoke masuk ke Hutan Misteri.
Di sana ada buah kebahagiaan. Anda pasti sedang cari itu.

Hutannya luas dan dalam. Jadi saya beri Daoke bekal di perjalanan. Bawalah ini sekeranjang Apel untuk mengobati rasa lapar dan hausmu nanti.”

“Pak Mentor, bagaimana ciri-ciri Buah Kebahagiaan itu?” tanya si Daoke.

“Ciri-cirinya. Ada di bagian hutan terdalam. Buahnya merah tua, berbiji, tapi manis.

Ketemu atau tidak ketemu, Daoke pulang saja dan langsung menemui saya lagi.”

Sang Daoke langsung menuju hutan yang ditunjukkan oleh mentornya. Tapi hingga petang, sampai bekalnya habis, dia belum ketemu yang namanya Buah Kebahagiaan itu.

Sesuai nasihat, sang Daoke pulang dan menghadap mentornya dengan tangan kosong.

“Maaf Pak Mentor. Saya sudah berjalan sambil mencari sepanjang Hutan Misteri, tapi tidak menemukan Buah Kebahagiaan”

“Daoke, waktu lapar apa yang Anda lakukan?”
“Saya makan buah Apel bekal dari Bapak.”

“Saat haus, apa yang Daoke lakukan?”
“Saya makan Apel itu juga Pak Mentor!”

“Apel itu warnanya apa?”
“Merah tua.”

Sang Mentor mengeluarkan sebuah Apel dari kantong celananya.

“Lihat Apel ini, sama kan dengan Apel yang Daoke makan sebagai bekal?

Sekarang Daoke pikir, Apel ini sesuai dengan ciri-ciri Buah Kebahagiaan bukan? Warnanya merah tua, berbiji dan manis!” jelas Sang Mentor sambil menyodorkan Apelnya ke Daoke.

Daoke menerimanya dengan sedikit bingung, tapi dia sudah mulai menyadari kebodohannya selama ini.

“Buah Apel ini ya Buah Kebahagiaan yang Daoke cari di Hutan Misteri tadi. Daoke sih terlalu fokus mencari sesuatu yang ingin Daoke raih, tapi Daoke mengabaikan apa yang sebenarnya sudah Daoke pegang dan Daoke miliki.

Bukankah suatu kebahagiaan tersendiri Daoke, ketika haus dan lapar, maka ada Buah Apel itu di tangan Daoke?

Selama di dalam Hutan Misteri, Buah Apel itu sudah memenuhi kebutuhan Daoke, tapi Anda berambisi mencari buah yang lain.” jelas Sang Mentor dengan suaranya yang penuh wibawa.

Tanpa sadar, Daoke meneteskan air mata. Ia meraih tangan Sang Mentor dan menciumnya.

Nah, Temanku, sebenarnya kebahagiaan itu sudah ada kok di sekitar kita. Mengapa harus dicari lagi kalau itu Tuhan sudah berikan sebagai bekal buat kita menjelajah kerasnya kehidupan di bumi?

Seperti saya, begitu bahagianya bisa bersama dengan Mama, orang tua satu-satunya yang saya punya saat ini.

Begitu bahagianya saya juga selalu ada bersama dengan rekan-rekan sepelayanan di Gereja yang ada di mana-mana ketika saya diundang melayani di sana.

Buah Kebahagiaan itu selalu mengelilingi saya. Dan betapa bahagianya saya punya Anda yang selalu membaca inpirasi dari saya.

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n