BISKUIT GOSONG

Ketika saya masih kecil, Ibu sering membuat makanan untuk sarapan pada malam sebelumnya berbarengan dengan menyiapkan makan malam.

Saya ingat suatu malam, saat ibu menyiapkan makan malam setelah seharian bekerja keras.

Pada malam itu, ibuku meletakkan sepiring telur, sosis, dan biskuit yang gosong di depan ayahku.

Saya ingat, menunggu untuk melihat apakah ada yang memperhatikan itu.

Namun, yang dilakukan ayah adalah meraih biskuit itu, tersenyum pada ibuku dan bertanya bagaimana hariku di sekolah.

Saya tidak ingat apa yang saya tanyakan kepadanya malam itu, tapi saya ingat melihat ayah mengoleskan mentega dan selai pada biskuit itu dan memakannya.

Ketika saya bangkit dari meja makan malam itu, saya ingat pernah mendengar ibu meminta maaf kepada ayah karena hangusnya biskuit itu.

Dan saya tidak akan pernah melupakan apa yang dikatakan ayah,

Sayang, saya suka biskuit yang gosong.

Malam itu, saya mencium ayah untuk mengucapkan selamat malam dan saya bertanya apakah ia sangat menyukai biskuit yang gosong.

Ibumu telah bekerja keras seharian hari ini dan ia benar-benar lelah. Lagian, biskuit kecil yang gosong tidak akan menyakiti siapapun.”
_______

Hidup ini penuh dengan hal-hal yang tidak sempurna dan orang-orang yang tidak sempurna. Kita bukanlah yang terbaik dalam hal apa pun, mungkin saja kita lupa hari ulang tahun atau hari peringatan sama seperti orang lain.

Tapi, kita belajar untuk saling menerima kesalahan, dan memilih untuk saling menerima perbedaan. Itulah salah satu kunci terpenting untuk menciptakan hubungan yang sehat, tumbuh, dan bertahan lama.