BIRBAL

Pada suatu hari Birbal berada di Persia atas undangan dari raja kerajaan itu. Pihak kerajaan yang mengundangnya memberinya penghormatan dengan memberikan banyak hadiah pada dirinya.

Pada malam sebelum Birbal kembali ke negaranya, seorang bangsawan bertanya kepadanya bagaimana ia akan membandingkan Raja persia dengan rajanya sendiri.

“Raja Anda adalah bulan purnama,” kata Birbal. “Sementara raja saya akan saya samakan dengan bulan sabit.”

Raja Persia sangat senang mendengarnya. Tetapi ketika Birbal sampai ke kerajaannya, ia mendapati Kaisar Akbar marah besar kepadanya.

“Bagaimana mungkin Anda bisa meremehkan raja Anda sendiri!” marah Akbar, “Anda pengkhianat!”

“Tidak, Yang Mulia,” kata Birbal. “Saya tidak meremehkan Anda. Bulan purnama akan berkurang dan menghilang, sedangkan bulan sabit akan semakin besar dan semakin kuat sinarnya. Pada kenyataannya, saya menyatakan kepada dunia bahwa kekuatan Anda tumbuh dari hari ke hari, sedangkan Raja Persia mengalami penurunan.”

Akbar puas dengan penjelasan Birbal dan menyambutnya dengan pelukan hangat.

___________________________________________

Memang begitulah manusia,  bila ia berhasil melakukan sesuatu dan menjadi terkenal atau orang-orang mulai membutuhkan kita kemudian kita menjadi sombong dan tidak mau digeser oleh orang lain. Kita akan menjadi sakit hati apabila ada orang yang lebih hebat menggantikan kita. Mari kita berdoa kepada Tuhan, “ Tuhan, ini aku. Pakailah aku sebagai alatMu, tetepi berilah aku kerendahan hati untuk mengakui kebesaran orang lain, dan kebesaranMU”

Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh 3:30)

logo