BIJAKSANA vs BERPENDIDIKAN

Alkisah, Pak Pendidikan, yang sangat terkenal dengan pengetahuan dan ucapan baiknya, pernah diminta untuk memberikan ceramah di daerah pedesaan.

Pak Pendidikan menemui gurunya, Pak Bijaksana, dan memberitahukan kepadanya bahwa ia akan mengunjungi desa ini untuk memberikan ceramah.

Bagaimana kau akan pergi ke desa itu?” tanya Pak Bijaksana.

“Saya akan naik bus dan kemudian saya harus berjalan kaki selama 15 menit di sebuah ladang untuk mencapai desa, di mana beberapa orang sudah menunggu untuk membawa saya ke sebuah rumah.”

Di ladang mungkin ada anjing penjaga yang menjaga kawanan domba sehingga mereka bisa saja menyerangmu,” kata Pak Bijaksana.

Kalau begitu saya akan membawa batu untuk menakut-nakutinya.

Kau tidak bisa mengendalikan anjing itu dengan batu. Mungkin hanya satu anjing yang akan melarikan diri saat kau melempar batu, tapi sisanya akan menyerangmu.”

Kalau begitu saya akan mengambil cabang kayu atau batang besar untuk menakut-nakuti mereka.”

Jumlah mereka mungkin 4 – 5 ekor anjing dan akan sulit bagimu untuk mengendalikan mereka semua.”

Sekarang Pak Pendidikan mulai merenung untuk mencari solusi lain. Karena ini adalah pengalaman pertamanya, sehingga ia tidak tahu bagaimana solusinya. Namun, ia tidak ingin merasa malu di hadapan gurunya, sehingga ia terus berpikir sampai putus asa. Akhirnya, ia meminta Pak Bijaksana akan nasihatnya.

Pak Bijaksana menjawab, “Tanpa mengganggu anjing, pergilah pada gembala dan mintalah padanya agar kau bisa menyeberangi ladang dan minta jaminannya agar engkau lepas dari bahaya anjing penjaganya.”

Pada sebagian besar masalah kita, orang berpendidikan, mulai membuat asumsi dan logika kita sendiri untuk menemukan solusinya.

Terkadang kita menemukan solusi yang baik, namun ternyata ada solusi yang lebih baik lagi untuk masalah yang sama. Hanya saja kita tidak menyadarinya karena kurang pengetahuan atau pengalaman.

Kita juga tidak menganggap akar permasalahan sebenarnya, atau kita juga mempertimbangkan untuk meminta saran dari orang-orang yang berpengalaman.