BIG HEART

Dicurangi orang yang dekat dan mestinya mengerti keadaan kita itu rasanya pasti tidak menyenangkan. Mau marah, tapi kita terlanjur mempertimbangkan bahwa dia adalah orang yang dekat dengan kita. Tapi, sejauh ini ada satu orang yang paling lihai menghadapi itu semua. Ada!images

Beliau adalah ayahku. Orang yang hampir tidak pernah menggunakan klakson saat menggunakan mobil, meski motor atau mobil lain di sekitarnya sudah agresif di sekitarnya, bagaikan sedang konvoi. Ayahku tetap menyetir dengan baik di jalurnya. Ayah yang setiap hari sepertinya tersenyum dan membuat kami tersenyum pula.

Ayah adalah pekerja keras dan boleh dibilang paling mapan di antara deretan saudaranya. Sebagai seorang kepala keluarga, beliau masih sering diminta bantuan oleh saudara-saudari atau sahabat-sahabatnya. He’s a big man with a big heart. 

Sekalipun itu sulit, kalau ada yang minta bantuan, ayah akan mengusahakan untuk membantunya. Itulah kenapa, aku sekarang jadi orang yang agak sulit menolak bila ada orang minta bantuan. Namun kadang, aku tidak benar-benar ingin melakukannya.

Suatu ketika, keluarga kami dicurangi oleh seorang teman yang dekat dengan ayah. Hal ini menyangkut keadaan yang sangat penting bagi banyak keluarga, yaitu perekonomian. Katakanlah, ayah ditipu oleh temannya dan menyebabkan kami hampir hutang ratusan juta pada suatu agen peminjaman uang.

Sebagai seorang pria, ia mencari jalan yang paling win-win solution dengan siapapun yang terkait dengan masalah itu. Pastinya tidak dengan temannya, karena orang itu sudah hilang entah ke mana. Daripada rumah kami didatangi penagih hutang berbadan dempal, ayah menyanggupi untuk menyelesaikan urusannya dengan rutin setiap bulan. Itu pun dengan negosiasi yang alot.

Saya sangat geram dengan masalah ini dan kasihan melihat ayah. Orang itu sudah seperti saudara sendiri, tapi tega sekali mengkhianati ayah. Rupa-rupanya, ini juga bukan pertama kalinya.

Suatu malam, ayah mengajak kami duduk bersama di meja makan. Menjelaskan keadaan rumah tangga kami sekarang. Ia paham betul bahwa kami sulit menerima dan menanggung kenyataan yang harusnya bukan milik kami ini. Ayah berpesan, “Tak usah balas dendam. Tetap tenang dan jangan emosi saat kamu dicurangi, karena semua ini adalah bentuk ujian juga. Bukan sekedar sebab akibat atau siapa benar dan siapa yang salah.”

Ayah menambahkan, “Kalau kita yang dicurangi, belum tentu kita kehilangan lebih banyak. Tentu saja, ayah memperjuangkan keadilan yang terbaik. Tapi, apapun hasilnya, ayah yakin bahwa keluarga kita tak akan hancur meski ada kejadian seperti ini. Ujian akan membuat makin bijak. Yakin pada Tuhan dan kita akan dibantu, ikhlaskan maka kita akan kuat,” kata ayah.

Itu adalah salah satu momen paling menggetarkan dalam hidup keluarga kami dan aku ingat untuk selamanya. Awalnya aku meragukan hal itu. Namun urusan dunia ini memang bukan hanya milik manusia. Ada campur tangan Tuhan yang membuat kami akhirnya mampu mengatasi masalah utang piutang itu sedikit demi sedikit.

images (1)

Dan yang pasti, mengingat kalimat pertama yang ayah katakan, membuat aku perlahan-lahan mengerti akan keikhlasan. Mengikhlaskan cobaan yang diberikan, mengikhlaskan bahwa ini semua adalah atas seijinNya.

________________________________________

Entah siapa yang menulis kisah tadi karena saya dapatkan kisah itu berantai dari banyak pengirim email yang saling forward satu sama lain. Tapi saya jadi ingat almarhum papa saya. Sudah berapa banyak ia juga ditipu sana sini tapi beliau mencoba tetap tegar, tetap tulus dan ikhlas menghadapi banyak cobaaan waktu itu.

Kenyataannya memang benar, ketika kita melepaskan pengampunan, ikhlas dan tulus melepaskan apa yang sudah tidak pernah bisa kembali lagi, justru di sanalah mulai berlaku kasih karunia Tuhan. Apa yang tak pernah di lihat mata, yang tak pernah di dengar telinga, dan tak pernah timbul di hati kami, semua Tuhan sediakan.

Mau mujizat besar?  Sediakan dulu kapasitas “hati yang besar”. Kapan-kapan deh saya akan menulis detail, menceritakan kasih karunia demi kasih karunia yang telah saya terima. Terakhir, saya ingin mencuplik perkataan Mother Teresa yang sangat memberkati saya.

  • Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud tersembunyi di balik perbuatan baik yang engkau lakukan itu. Tetapi tetaplah berbuat baik.
  • Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan teman-temanmu iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.
  • Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.
  • Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun dapat dihancurkan oleh orang lain dalam satu malam saja. Tetapi janganlah berhenti dan tetaplah membangun.
  • Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi tetaplah berbahagia.
  • Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi teruslah berbuat baik !

 

cropped-gideoncom.jpg

3 thoughts on “BIG HEART

  1. Ɣª Tuhan qt Allah чɑ̲̮̲̅͡ήб luarbiasa….dsmua kejadian hidup qt psti Tuhan ad brsama,,,walau mslh..itu adlah dmn qt dbentuk….Dia berkenan qt utk ttp hny berharap pdnya,,,ttp baik,,tulus,,polos, sprti anak kecil…dan pd akhirnya Kdamaian,Kbahagiaan..чɑ̲̮̲̅͡ήб qt dpt…God with Us..love Him

  2. Ya pak Gi….apabila kita lepaskan pengapunan, ikhlas dan tulus menerima …terasa hidup kita jauh lebih baik rasanya….damai…tenang….dimana tidak ada dendam…yg ada hanya KASIH…..thx pak Gi utk kisahnya GBU

  3. Thx ko buat cerita inspiratifnya ini. Memang dibutuhkan kebesaran hati guna menerima sesuatu yg jelek dri sekitar kita. Seringkali kedagingan kita memberontak dan tidak mau tunduk pada perintah Roh, namun kita hrs terus belajar akan hal ini. Cbu

Comments are closed.