Beriman itu kan juga ada saatnya diam saja menunggu janji Tuhan. Betul begitu ya? Menurut Anda? Coba baca ini dulu!

Teman, pernah gak Anda mengalami masalah, terus Anda males ngapa-ngapain? Mau begini males, mau begitu ogah.

Kan emang harus duduk diam di tempat menantikan pertolongan Tuhan?” Demikian alasan rohani yang pernah dikemukakan seorang jemaat yang curhat saat saya melayani di Gerejanya.

Yang dimaksud, ia mengutip Yesaya 30:15

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan,”

Konteks ayat itu kan Tuhan berfirman kepada bangsa Israel yang tidak taat. Mereka berjalan dengan rencana semau gue

Tinggal diam, tenang dan percaya bahwa Tuhan pasti akan berperang ganti kita, itu betul sih! Tapi masalahnya alasan itu dibuat sebagai kedok ke-putus-asa-annya. Sehingga dia mogok berputus asa. Do nothing gitu.

Ayoooo…tetap do your best. Kerjakan yang terbaik yang bisa Anda lakukan saat ini.

Tuhan tak pernah minta kita untuk berdiri diam saja, melainkan ayo melangkah dalam iman.

Artinya melangkah mengikuti pedoman arah jalanNya Tuhan. Di sanalah kita akan temukan berkat terindah yang tak pernah kita pikirkan.

“Terus, jalanNya Tuhan kayak apa ya Pak?“, tanya orang itu lagi.

Hayuk, ojo mbulet ae Lur!

Jalan Tuhan itu kita dapat temukan di Firman Tuhan. Masalahnya Anda sudah rajin belum baca tuh Firman Tuhan?

Yang alasan sibuk lah, gak paham lah, rumit lah, ngantuk lah. Wes ta laaah….Ada aja alasannya kalau disuruh baca Kitab Suci.

Terus bagaimana bisa ada di jalan kehendakNya kalau begitu? Mikir!

Suatu kali Saudara, terjadi kebakaran di sebuah gedung apartemen lantai 7. Api sudah merembet ke mana-mana, termasuk di sebuah kamar yang ditinggali seorang anak kecil kurang lebih berusia 7 tahunan.

Heiiiii, cepet lompat Dik! Kami sudah ada di bawah dengan jaring-jaring yang sangat luas dan sangat aman untuk menangkap kamu di bawah. Ayo, sebelum api membakar kamu! Jangan takut Dik!” Demikian petugas pemadam kebakaran berteriak kencang.

Tapi anak kecil ini terdiam ketakutan di pinggir jendela kamarnya yang sudah terbuka. Loncat nggak, loncat nggak? Begitu pikirannya. Sementara api sudah mulai merembet ke pinggiran jendela.

Heiiii Nak! Papa di bawah siap menyelamatkan kamu. Ayo loncatlah segera! Ada jaring-jaring di bawah yang menopangmu. Ayoooo….Tidak banyak waktu lagi Nak!” Tiba-tiba muncul suara yang ia sangat kenal. 

Secepat kilat anak kecil itu melompat. Singkat cerita ia terselamatkan. Dan diketahui anak itu ternyata tuna netra. Ia tidak bisa melihat bahwa ada jaring-jaring penyelamat di bawah.

Tentu saja ia tidak percaya akan suara para pemadam kebakaran yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Iya kalau bener, gitu pikirnya. Lha kalau boong’an kan mati hancur di lantai dasar.

Seperti itu kan pergumulan kita? Rasa kuatirmu yang mendalam, membuat engkau tak mau bergerak. Diam saja. 

Engkau tak tahu jalan ke depan se-ngeri seperti apa. Atau sebaliknya, seindah seperti apa.

Tapi ketika kita tahu suaraNya. Kita kenali Dia lewat FirmanNya. Tentu saja tak ada lagi keraguan untuk kita bergerak melangkah dengan iman, sesuai dengan kehendak FirmanNya.

Di foto ini, karena usianya sudah 90 tahun, Mama saya sudah tak terlalu jelas lagi melihat pandangan ke depan. Saya perlu gandeng Mama untuk mengarahkan. Ada saatnya lurus, ada saatnya belok. Kadang harus naik tangga, kadang turun tangga.

Mama pasti nurut saja. Kan gak mungkin anaknya mencelakakan dia?

Demikian pula Tuhan kita, Teman! Mana mungkin IA mengarahkan kita ke jalan keliru yang membuat kita jatuh. Percaya saja Lur!

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n