BERDOA DI TENGAH BADAI

Ada dua orang anak sedang duduk berbincang dengan ibunya di ruang tamu. Pada saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba terjadi badai besar, guntur dan kilat yang sambar-menyambar. Keadaan sangat mencekam dan menjadikan ketiga orang itu ketakutan. Kedua anak itu langsung mendekap Ibunya dan sang Ibu dalam kepanikan memberikan kata-kata penghiburan pada kedua anak ini.

Setelah satu jam terjadi, badai itu reda dan keadaan baik. Tidak terjadi apa pun, hanya terjadi sedikit kerusakan pada rumah itu. Anak pertama bilang pada adiknya,” Apakah kamu baik-baik saja dik?”.

Jawab sang adik,”Benar aku dalam keadaan baik, hanya aku tadi takut sekali. Makanya aku terus berdoa berulang-ulang agar tidak terjadi hal-hal buruk pada kita”. Sang kakak berbicara,” Aku tidak berdoa apa-apa, tetapi aku juga dalam keadaan baik, jadi doa atau tidak bukan hal penting karena tanpa doa pun kita dalam keadaan baik”. Sambung anak ini.

”Mam, apakah kau tadi juga berdoa? Aku lihat mama tidak berdoa karena mama sibuk menenangkan kami agar tidak takut”. Jawab Ibu anak-anak itu,” Aku berdoa dengan aku melakukan pekerjaan terbaik yaitu menenangkan kalian. Doa yang terbaik adalah ada dalam tindakan nyata”.

Jawab anak pertama itu,” Apakah ketika mama berbicara untuk menenangkan kami tadi bisa dikatakan doa?”. Jawab Ibu itu,”Benar berdoalah dengan tindakan, bukan hanya diam saja tidak melakukan apa-apa”.

_____________________________________

Kisah sederhana ini menggambarkan keadaan kita sehari-hari.

Ada yang ketakutan begitu menguasai dirinya, sampai-sampai dia tidak lagi berdoa. Bukannya di tengah keadaan yang demikian seharusnya dia makin menguatkan doanya, tapi malah ketegangan menguasai jiwanya, hingga lupa kalau masih ada Tuhan yang bisa mengusir semua ketakutan-ketakutannya.

Ada yang merasa dirinya baik-baik saja, sehingga ia tidak perlu lagi berdoa kepada Tuhan. Padahal justru lewat d0a-doa dari orang sekitarnyalah ia dalam keadaan baik-baik saja.

Tetapi si ibu dalam kisah ini luar biasa. Doa dia lakukan bukan dengan formalitas biasa, tapi dia lakukan dengan segala cara yang dia bisa di tengah himpitan masalah. Dan bukan saja berdoa, tapi ia melakukan sesuatu, yaitu menenangkan kedua anaknya. Bukankah iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati?

Nah, mari kita tetap berdoa, sebagai pernyataan bahwa tanpa Tuhan kita tidak mampu. Tapi jangan berhenti sampai di sana, langkahkan diri kita untuk melakukan sebuah hal kecil yang kita bisa. Saya percaya, cepat atau lambat, Tuhan akan pulihkan kehidupan anda. Amin !

Sepanjang hari ini saya akan melayani khotbah di GBI Surabaya. Doakan pelayanan ini menjadi berkat bagi jemaat yang hadir. Selamat hari Minggu buat anda semua !