Bekerja adalah kutukan, katanya sih begitu! Katanya loh ya!

Sibuk!

Mungkin itu persepsi Anda kepada saya, yang kadang dalam sehari bisa posting foto di mana-mana, dengan kegiatan berbeda-beda.

Mau dibilang sibuk,
ya… sebenarnya saya bukan termasuk orang yang workaholic kok!

Masih ada waktu buat saya bersosialisasi, ketemu dengan orang-orang baru
mengajak berkenalan, bahkan bercanda gurau.
Tinggal pandai-pandainya saya saja menemukan “me time” di tengah pekerjan atau pelayanan.

Mau dibilang santai,
ya… itu masih menjadi impian saya sih!

Pengennya kapan ya gak diributin ama schedule kerja yang tiap hari mesti ada “to do list“nya.
Kapan ya bisa punya passive income gitu, sehingga tidak perlu saya terus menerus bekerja,
bahkan sampai overtime.

Tapi yang jelas,
bekerja buat saya bukanlah sebuah kutuk akibat dosa.

Ada kan pandangan yang mengatakan bahwa akibat dosa Adam dan Hawa, maka sejak hari itu pula manusia dikutuk harus bekerja keras.

Bekerja adalah berkat Tuhan buat saya yang dikasihiNya!
Masih gak percaya?

Coba aja lihat banyak tumpukan amplop coklat dan inbox di email saya yang isinya CV dari para pelamar.

Maka respon saya akan berkat itu adalah sebisa mungkin yang terbaik yang saya lakukan,
tidak dengan rasa terpaksa, tidak dengan tertekan, dan tidak dengan ogah-ogahan.

Masakan ada orang yang menerima berkat dengan sungut-sungut?

Ingat Pengkhotbah 3:22a

“Oleh sebab itu, aku menyadari bahwa tidak ada hal yang lebih baik bagi manusia daripada bersukacita dan menikmati segala pekerjaannya, sebab itu adalah bagiannya.”

Ya sudah teman, di tengah saya bekerja sore ini,
saya nikmati dulu es krim Tutti Frutti Vanilla dari @zangrandi.icecream

Rasanya gak berubah sejak jaman saya masih TK!

#SayaBukanEndorse’an

Gideon Yusdianto
instagram @61d30n