BECAK AMBULANS

Demi seseorang yang kita cintai, kita rela melakukan apa saja. Saat orang yang kita cintai jatuh sakit atau menderita, kita pun akan mengerahkan semua tenaga dan usaha untuk membantunya sembuh. Halangan, rintangan, dan hambatan pun akan diatasi sesulit apapun itu.

Seorang petani di Liaoning membuat sendiri sebuah “ambulans” untuk sang istri yang menderita uremia. Uremia adalah penimbunan unsur air kencing dalam darah dan jaringan yang seharusnya dikeluarkan dengan akibat peracunan. Dilansir dari shanghaiist.com, karena penyakitnya tersebut, sang istri harus bolak-balik ke rumah sakit untuk cuci darah. Tapi bukan hal yang mudah untuk bisa pulang pergi ke rumah sakit. Dan di sinilah sang suami menemukan cara lain.

Agar istri bisa pulang pergi ke rumah sakit dengan aman, sang suami membuat sendiri “ambulans”nya. Jangan bayangkan ambulans yang dimaksud adalah sebuah mobil yang lengkap dengan berbagai peralatan dan obat-obatan. Ambulans ini lebih mirip seperti becak, tapi tidak dikayuh melainkan ditarik. Dua kali seminggu, sang suami akan membawa istrinya ke rumah sakit dengan “becak ambulans” tersebut.

2
Foto: copyright shanghaiist.com

Meskipun seadanya, ambulans buatan sang suami ini dilengkapi dengan kantung oksigen, obat-obatan darurat, dan pispot. Setidaknya dengan semua perlengkapan tersebut, sang istri bisa tetap aman dan baik-baik saja selama perjalanan pulang pergi ke rumah sakit.

Sepuluh tahun sudah sang suami menggunakan “becak ambulans” tersebut. Jarak yang ditempuh pun sudah mencapai 50.000 kilometer. Tak terbayang peluh keringat dan rasa lelah yang didapat ketika menempuh perjalanan pulang pergi untuk cuci darah tersebut.

Sungguh sangat mengharukan! Meskipun ambulans yang dimaksud adalah kendaraan yang lebih mirip becak, tapi usaha sang suami demi membantu kesembuhan sang istri sangat luar biasa.

______________________________________________________________

Itulah kasih sejati. Tak kenal lelah menolong saat pasangannya dalam kelemahan. Tak pernah berubah setianya di tengah kesukaran. Begitu pula kasih sejati Tuhan Yesus kepada kita manusia. Saat manusia dalam kelemahan sekali pun, Ia tetap menopang. Nah, apakah sekarang kita harus berubah kasih setia kita pada Tuhan?

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? (Roma 8:35)

Hari ini saya akan melayani  Firman Tuhan di Gereja Bethany,  di bilangan utara Surabaya. Selamat hari Minggu, selamat beribadah dan selamat melayani!

cropped-cropped-cropped-gideoncom.jpg

2 thoughts on “BECAK AMBULANS

  1. Kisah yg bagus &mengharukan.setuju ko,Kasih Yesus tak akn pernah pudar& berlalu seiring wktu.tp terkadang dgn sengaja / tdk sengaja.kita sbg manusia mengantikan Kasih Tuhan dgn Cinta hawa nafsu,Uang.dlln.klo pas mendpatkan teguran Tuhan.mrsa sakit hati atou menjwb dlm hati,Ah gpp kan Tuhan,yg lain juga mlkukan hal yg sama bhkan lbh buruk.ntar ya Tuhan.krn sy juga pernah sprt itu.hehehe.thank y Ko G,Met melayani,Smg sgl apa yg mjd hrpan&di rnckan dpt tercpai kuga berjln dg lncar.Amin3x.Gbu

Comments are closed.