Auld Lang Syne atau Old Long Since?

Should auld acquaintance be forgot,
And never brought to mind?
Should auld acquaintance be forgot,
And auld lang syne!

For auld lang syne, my dear,
For auld lang syne.
We’ll take a cup o’ kindness yet,
For auld lang syne.

Saya paling suka dengan lagu ini. Dari melodinya saja sudah bernada mellow. Mungkin terbawa suasana juga bisa. Suasana perpisahan.

Beberapa farewell party yang saya hadiri pasti menyanyikan lagu Auld Lang Syne sebagai puncaknya. Tak jarang air mata menetes waktu momen ini berlangsung.

Termasuk detik-detik count down menuju tahun baru. Bukankah itu juga suasana perpisahan dengan segala hal yang telah terjadi sepanjang tahun yang sudah lewat?

Auld Lang Syne, awalnya adalah lagu rakyat Skotlandia di abad 15 yang tak diketahui siapa penciptanya. Tidak ada yang tahu juga bagaimana lirik asli lagu ini. Sampai kemudian Robert Burns, penyair asal Ayrshire, Skotlandia menuliskan liriknya di tahun 1788.

Terjemahan bebas untuk lagu itu kira-kira begini. Jangan sampai kita melupakan sahabat-sahabat kita selama ini. Untuk merayakan persahabatan itu, baiklah kita bersulang dengan secangkir kebaikan.

Wow! Dalem ya artinya.

Coba deh kita renungkan bersama. Kalau kita bisa melewati 2018 ini, semua juga tak lepas dari kebaikan demi kebaikan orang-orang sekitar kita.

Bahkan Tuhan juga bisa kirimkan orang-orang baik yang tak pernah kita sangka dan kenal sebelumnya untuk menolong kita. Anda pasti punya cerita pribadi mengenai hal ini, iya kan?

Bersyukur juga kalau Tuhan ijinkan bentrokan dan gesekan terjadi di sana sini.

Relasi akan semakin dekat kalau kita jadi saling memahami keunikan masing-masing. Coba Anda pikir, mana ada sih orang yang 100% bisa cocok dengan Anda?

Tapi relasi akan semakin menjauh, bila Anda ijinkan benih sakit hati itu masuk mengakar. Menjadi tanaman pahit yang akan semakin getir bila ia sudah berbuah.

Baiklah teman, mengakhiri 2018 ini, sekali lagi terima kasih buat hari demi hari yang sudah kita jalani. Terima kasih untuk segala dukungan dan doa dari Anda.

Mari kita saling menguatkan dengan saling mengisi cangkir kebaikan itu, dan mari kita minum bersama dari sana.

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n