Anak Lebay vs Mama Ter-say

Anda seorang anak, apa yang Anda bayangkan dari foto kami ini?

Anda seorang Mama , kesan apa yang Anda dapatkan dari foto kami?

Lebay!?
Iya, saya akui saya lebay dalam mengasihi Mama saya.
Apa Anda pikir Mama Anda tidak lebay mengasihimu?

Baca saja banyak berita para ibu meregang nyawa, demi buah hatinya yang ada di dalam kandungan.

Jadi, lepas dari bagaimana perlakuan Mama ke kita nantinya, mereka ini sudah begitu mulia mau berkorban untuk anaknya.

Coba ingat, sudah berapa banyak kalimat makian dan bentakan engkau tujukan kepada hati Mama yang lembut itu? 

Berapa banyak air mata Mama yang menetes saat engkau mengambil jalan yang berbeda dengan kehendaknya?

Sudah berapa lama engkau menelantarkan Mama di rumah sebagai penjaga rumah dan baby sitter untuk anak-anakmu?

Sudah berapa lama engkau tidak menelponnya, meski hanya berbasa basi belaka?

Sudah berapa lama engkau tidak mengajaknya keluar refreshing, meski hanya sesaat atau pergi belanja beli makanan kesukaannya?

Sudah berapa lama engkau tidak mengantarkan Mama pergi check up ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatannya?

Ah, semakin panjang daftar pertanyaan ini nantinya malah membuat Anda merasa guilty feeling,  gara-gara eling-eling.

Haduuuh….Ibu pengen anak saya seperti kamu Gideon!?

Hmmm, Bunda…saya hanya bisa berdoa itu terjadi pada Anda.

Tapi bukankah di masa-masa saat ini anak ibu juga selalu melihat keteladanan hidup Anda?
Baik dalam tutur kata, perbuatan, dan kehidupan doa atau ibadah Anda?

Bunda masih ingat pula kan ketika masa kecil Bunda pun tak lepas dari benturan-benturan dengan Ibu?
Sebenarnya kita sedang menuai kok dari apa yang kita tabur.

Kesempatan yang baik untuk saat ini para Mama memutuskan hidup intim bersama Tuhan, sang Sumber Hikmat Sejati itu.

Biarlah, anak-anak Anda melihat setiap kata dan keputusan itu mengalir dengan penuh hikmat Ilahi.

Mari tampilkan keindahan dan kecantikan Malaikat Surga melalui sikap dan perbuatan Bunda.
Lewat apa?
Lewat hati Bunda yang selalu mengucapkan doa kepadaNya.

Baper!?
Percaya saya Bunda, sekeras-kerasnya anak Bunda membangkang, suatu saat nanti ia akan kembali “pulang”.

Ijinkan saya menutup tulisan saya dengan mengutip apa yang dikatakan oleh Abdurahman Faiz.
Pada setiap nafasnya, Bunda membuat matahari baru dalam jiwamu

Tetap kuat ya para Mama sedunia!
Anda wanita hebat di mata saya.

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n