ALEXEY ROMANOV

Meski terlahir tak sempurna tanpa jari di tangannya, remaja asal Rusia bernama Alexey Romanov ini justru menjadi pemain piano terkenal di negaranya. Remaja berusia 16 tahun ini berasal dari Zelenodolsk, sebuah desa di Republik Tatarstan.

Dua tahun lalu, Romanov pertama kali masuk ke ranah hiburan musik. Setelah terinsipirasi oleh karya-karya dari Mozart dan Vivaldi. Dalam waktu singkat, Romanov mampu menguasai keahliannya dan bermain untuk orkestra serta mendapat ketenaran di TV nasional.

Salah seorang yang membantu memulai semua itu adalah guru musik Romanov di sekolah khusus anak-anak disabilitas, dimulai dengan memainkan melodi dari soundtrack film Twilight kemudian film yang hits di era 1990-an, Titanic. Selain itu, Romanov dibantu oleh dua orang temannya, yang mengajarkan tentang dasar-dasar musik hingga cara membaca catatan musik.

“Mereka masih membantu saya. Mereka mengirimkan saya lembar musik dimana saya belajar dan jika saya menyukai sesuatu, saya biarkan itu mengendap di dalam diri saya,” ungkap Romanov.

Romanov yang bersekolah di sekolah Tatarstan, ibukota Kazan ini telah diadopsi dua tahun lalu. Orang tua angkatnya, Vladimir dan Luisa Levachkovye melihat kecenderungan bahwa Romanov tertarik pada bidang musik sehingga mereka berdua mulai membelikannya sebuah synthesizer.

Berkat latihan dan ketekunan, Romanov mulai berpartisipasi dalam kompetisi dan berhasil menjuarainya. Pada bulan Februari, ia tampil bersama grup orkestra ternama di Kazan yaitu La Primavera chamber orchestra. Sejak saat itu, dirinya mulai menerima undangan untuk bergabung dengan sekolah musik di ibukota.

Kepala konduktor orkestra itu pun mengundang Romanov untuk berpartisipasi dalam sebuah program televisi bernama “Guests from Tomorrow”, di mana ia akan memainkan musik yang ditulis oleh pianis asal Korea Selatan, Lee Ru-ma untuk film Twilight berjudul “River Flows in You”. Prestasi serta keahlian Romanov setidaknya telah mengundang banyak perhatian dari masyarakat lokal dan pihak media.

Salah satu pengguna Facebook mengatakan: “Alexey adalah pahlawan, ia layak untuk mendapat penghormatan serta pujian! Saya ingin Anda tetap sehat dan memiliki kebahagiaan dalam hidup.” Romanov menjelaskan bagaimana sulitnya dia untuk belajar musik sejak dini dan bagaimana ia diliputi rasa gugup serta gemetar ketika ia harus berbicara di depan banyak penonton.

Romanov, pria sederhana yang pemalu ini punya harapan bahwa kisahnya bisa memberikan inspirasi bagi musisi muda dan secara luas untuk masyarakat umum. Minggu lalu ia berkunjung ke Moskow untuk pertama kalinya, ia ikut berpartisipasi dalam sebuah program reality show bernama “Let Them Talk” dan bertemu dengan motivator Australia, Nick Vujicic.

________________________________

Mungkin kita harus belajar tentang kegigihan Romanov ini. Ia tak pernah berhenti berusaha untuk mencapai cita-citanya. Jalan yang harus Romanov tempuh mungkin lebih jauh dan terjal dibanding dengan kita, karena ada hambatan fisik yang merintangi.

Namun yang membuat saya tersentuh sekaligus termotivasi adalah bahwa keterbatasan fisik saja tak cukup untuk mematikan semangatnya. Kekurangan dalam segi fisik justru bisa diubah menjadi keunikan. Hal yang seharusnya menjadi titik kelemahan justru menjadi kelebihan Romanov di mata dunia.

Semangat hari Senin buat anda semua, yakin anda pasti bisa sukses !

logo