Aku Ini Pilih Siapa?

Dalam beberapa bulan ini, saat saya menyusuri jalan. Banyak sekali terpampang foto-foto besar dalam baliho yang saya tidak kenal siapa mereka.
Ada namanya sih, tapi saya tidak pernah mengenal mereka.

Kenal itu setidaknya tahu, entah sedikit atau banyak. Tahu tentang karakternya, tentang cara dia berbicara, tentang pemikirannya, dan masih banyak hal lainnya.

Yang jelas, mereka ini minta dipilih dalam pemilihan umum mendatang. Ketika kita memilih mereka, maka kita menitipkan segala harapan kita atas bangsa ini ke tangan, kaki, pundak, lidah, dan kepala mereka.

Tapi, bagaimana saya bisa menitipkan aspirasi saya ke mereka, kalau saya sama sekali tidak mengenal mereka?

Bisa saja sih saya asal coblos, demi tidak dianggap sebagai rakyat yang apatis. Bahkan demi tidak dilabeli sebagai orang berdosa, hanya karena tidak menggunakan hak suara saya.

Cuma masalahnya, dan juga mungkin sedang Anda pikirkan saat ini, terus saya ini milih siapa ya? Lha wong saya juga tidak kenal mereka! Iya kan?

Beberapa teman saya berkelakar, ahhh…pilih yang ganteng atu cantik saja. Atau pilih yang muda saja lah biar punya ide-ide kaum milenial.

Nah, kalau begini, berarti larinya penilaian adalah ke fisik atau tampang dong! Emang ini kontes kecantikan atau kontes tampang keren?

Lha terus piye?

Mumpung masih ada waktu, mari kita cari tahu tentang mereka yang fotonya hari-hari ini terpampang di jalan-jalan. Jangan menilai dari foto saja. Bahaya! Resiko salah sangkanya besar.

Apalagi, jangan dari kata orang lain. Jangankan orang lain yang menilai, kita sendiri saja loh dalam menilai kan banyak biasnya?

Sering penilaian kita kan tergantung mood kita saat itu, tergantung kepentingan kita dan imajinasi kita. Ah, banyak faktor deh yang bikin bias!

Dari kata orang juga menjerumuskan kita ke kabar-kabar hoax. Kena deh Anda diitipu sama mesin-mesin hoax!

Nah, kalau sampai batas waktu nyoblos, ternyata Anda masih saja tidak kenal orang yang akan anda pilih, terus bagaimana?

Ya udah Teman, pilihlah aku jadi partnermu untuk bekerja sama menghabiskan sajian meja hidangan saat itu. Biasanya di hari coblosan kan banyak resto yang promo ini dan itu. Hahahaha!

Btw, saya mau nampang dulu ah ala-ala Caleg gitu! Hahaha, pantes nggak?
Terima kasih buat shootnya Pak Rudy Wijanto!

Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n