AKIBAT MENGUMPAT

Seorang ibu sangat menyayangi anak tunggalnya. Ketika anaknya menikah, ibu itu merasa bahwa anaknya lebih sayang kepada istrinya daripada dirinya. Segera saja ia mengembangkan permusuhan terhadap anak-menantunya itu. Ia sering berteriak dengan kata-kata kasar di hadapan menantunya, dan siap bertengkar setiap kali ia melihat menantunya itu, setiap hari.

Pada suatu hari, dengan penuh kemarahan, wanita tua itu mulai menghujani kata-kata kasar kepada menantunya dengan suara meninggi. Ia mulai dengan kata-kata, “Kamu bxngsxt ….” Tapi saat ia mengucapkan paksa, suku kata “ba” dari “bxngsxt”, wanita itu membuka mulutnya begitu lebar hingga rahangnya terkunci, sehingga mulutnya terbuka penuh dan tidak bisa ditutup. Ia berjuang keras dan panik kesakitan tapi tetap saja ia tidak bisa menutup mulutnya yang terbuka.

Akhirnya wanita itu dilarikan ke rumah sakit oleh anak dan menantunya. Wanita tua itu sangat kesal tapi ia menangis tak berdaya karena kesakitan. Para dokter mendiagnosis keluhannya sebagai dislokasi anterior akut tulang rahang bawah (mandibula) dari sendi the temperomandibular. Bola (kondilus) dari sendiri telah keluar dari soketnya, bergerak maju, dan terjebak di depan bagian tulang dan tidak bisa kembali ke tempat yang seharusnya. Para dokter dengan hati-hati memanipulasi rahang bawahnya dan membuka kunci. Tiba-tiba, wanita itu saking marahnya, meledak keluarlah kata “bxngsxt” dan kata-kata itu benar-benar diucapkan dengan marah dan mengerikan.

Dokter terkejut dan keheranan. Setelah beberapa menit, wanita itu pulih dari amarahnya. Kemudian dokter menyarankannya untuk memberikan istirahat yang cukup bagi rahangnya dan membatasi gerakan rahangnya untuk mencegah kecelakaan lain.

____________________________________-

Benjamin Franklin pernah mengatakan, “Apapun yang dimulai dalam kemarahan akan berakhir malu.”

Mengendalikan diri agar tetap lemah lembut memang tidak gampang. Berbagai  kejadian bisa dengan cepat membuat emosi kita memuncak dan mengeluarkan kalimat umpatan yang tidak patut dikeluarkan. Ada begitu banyak orang-orang sulit di sekitar kita yang akan terus memprovokasi kita dengan perkataan maupun perbuatan mereka.

Janganlah terpancing dan tetaplah tenang, sabar ! Jika anda merasa takut, serahkan semuanya kepada Tuhan yang memelihara kita. Miliki hati yang lembut yang siap dibentuk. Cepat atau lambat orang lain melihat, ternyata tindakan membalas dengan kasih tanpa membalas yang jahat, itu sungguh mampu membawa perbedaan ke arah yang lebih baik.

logo