AKIBAT KATA-KATA KASAR

Suatu hari, di sebuah taman, ada seorang pemuda yang sedang marah-marah. Ia berucap kata-kata kasar selama ia berjalan di area taman.

Merasa masalahnya semakin besar, ia terus berucap kasar. Bahkan kepada seorang kakek yang duduk tidak jauh dari tempatnya.

Berbeda dengan orang-orang yang ingin menghindar dari pemuda yang sedang marah itu, si kakek hanya duduk terdiam. Ia tidak membalas perkataan si pemuda, ia juga tidak mengeluarkan sepatah kata. Terlihat si kakek sabar dan tenang.

Ketika lawannya tidak merespon, si pemuda itu pun berhenti berbicara kasar. Ia hanya menatap kakek tajam.

“Wahai anak muda, jika ada seseorang yang ingin memberimu sesuatu tetapi kau menolaknya, menjadi milik siapakah pemberian itu?” tanya si kakek tenang.

Si pemuda yang masih emosi menjawab, “Tentu saja miliki si pemberi.”

“Begitu juga dengan kata-kata kasarmu itu,” balas kakek.

Lalu ia melanjutkan. “Aku tidak mau menerimanya. Jadi itu semua adalah milikmu. Kamu harus menyimpannya sendiri.” Si pemuda terdiam.

“Namun aku mengkhawatirkan dirimu. Jika nanti ada orang yang tersinggung dengan kata-kata kasarmu, kamu harus menanggung akibatnya. Sebab, kata-kata kasar hanya membuahkan penderitaan saja. Seperti layaknya ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludah tersebut hanya akan mengotori wajahnya sendiri,” jawab kakek.

Dengan perasaan malu, si pemuda lalu meminta maaf dan berbicara dengan tenang kepada si kakek. Sementara si kakek tersenyum, seperti menganggap cucunya, ia mendengarkan dengan baik kisah si pemuda.

_________________________________

Bersikap hati-hati dalam berbicara, bukanlah hal yang mudah. Apalagi dalam keadaan kesal atau marah. Kebanyakan orang lebih suka mengungkapkan kekesalan atau amarahnya lewat kata-kata.

Keadaan emosional mudah membuat seseorang kehilangan kendali. Akhirnya, kata-kata yang keluar adalah kata-kata kasar. Caci maki. Bahkan kutukan.

Kita harus belajar berhati-hati dan tidak tergesa-gesa mengucapkan sesuatu. Bersikaplah bijak dalam berkata-kata. Setiap saat.  Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya. Orang yang berpengertian berkepala dingin.

logo