Ada gak, yang suka dengan ketidakpastian? Baca ini dulu biar dapat yang pasti-pasti!

Kita ini senengnya yang pasti-pasti aja kan ya?
Masa ya tenang hati kita kalau banyak ketidakpastian hadir dalam kehidupan kita?

Gak pasti besok jadi ada pembeli atau gak.
Gak pasti minggu ini kita sehat terus apa gak.
Gak pasti bulan depan kita untung apa gak.
Gak pasti tahun depan kita masih bisa ulang tahun apa gak.

Apalagi sumber ketidakpastiannya itu bukan dari kita. Dari faktor luar.

Sekitar tahun 1999, saya yakin 99% diterima untuk mengajar sebagai dosen di Ubaya. Eh malah 1%-nya yang terjadi. Saya tidak diterima. Entah apa alasannya. Padahal saya juga alumni ITS dengan IPK 3.36!

Itu sebagai contoh saja. Anda juga pasti pernah mengalami semacam begitu kan ya? Udah merasa pasti, eh malah ketidakpastian yang muncul!

Katanya planning itu akan meminimalkan resiko. Udah di-planning jauh jauh hari. Eh malah pada hari H terjadi sesuatu yang bikin semua planning jadi hancur berantakan.

Pernah ngalamin kayak gitu, Teman?
Jadi bagaimana?

Masa iya harus gelisah terus kena situasi yang gak pasti itu? Masa iya rasa hepi dan damai di hati harus dirampas oleh kehadiran ketidakpastian ini?

Kalau Anda berharap akan turun hujan pada awan gelap, belum tentu hujan akan turun. Seringkali mendung itu tersapu oleh angin. Gak jadi hujan deh!

Tapi waktu kita mengharapkan terangnya matahari, itu adalah pasti. Meski tertutup awan gelap, bahkan badai sekalipun, matahari tak pernah kehilangan sinarnya. Saking saja mata fisik kita tak bisa melihatnya.

Jadi maksud saya begini. Kalau Anda berharap ama manusia yang fana dan tak sempurna ini, pasti Anda ketemu ketidakpastian itu lagi.

Beberapa peristiwa kegagalan dalam hidup saya membuat saya belajar. Bahwa saya harus fokus pada yang bernilai kekekalan. Tidak bersandar pada yang fana.

Bahwa saya harus punya penglihatan akan yang tak tampak. Nah melihatnya dengan mata iman.

Hasil penglihatannya bagaimana?

Hasilnya, bagaimana pun jalan Tuhan tetap jalan yang terbaik. RencanaNya tetap rencana yang terbaik. Itu pasti kok!

Teman, semua orang bisa menyerah. Itu hal paling gampang yang manusia bisa lakukan.

Tapi, mereka yang menyatukan kekuatannya kembali, saat orang lain mengetahui bahwa ia telah hancur berkeping-keping, itulah kekuatan sejati.

Tentu saja mana mungkin kalau ia pakai kekuatannya sendiri. Dengan kekuatan Tuhan tentu saja!


Gideon Yusdianto
Instagram @61d30n