2 SERIGALA

Seorang kakek tua, didatangi oleh cucunya yang marah pada teman sekolahnya karena melakukan ketidakadilan pada dirinya.

Kakek tua itu berkata, “Cucuku, biarkan Kakek menceritakan sebuah kisah. Kakek juga dulu, pernah merasakan kebencian yang besar terhadap mereka yang berlaku tidak adil, yang membuat kesedihan pada saya atas apa yang mereka lakukan. Tapi biarkan kebencian semakin ke bawah, dan tidak menyakiti musuhmu. Ini seperti mengambil racun dan berharap musuhmu mati. Saya pernah berjuang dengan perasaan seperti ini berkali-kali.”

Ia melanjutkan, “Seolah-olah ada dua serigala dalam diriku. Yang satu baik dan tidak ada salahnya ia tinggal selaras dengan sekelilingnya dan tidak tersinggung ketika tidak ada pelanggaran yang dimaksud. Ia hanya akan melawan bila hal itu benar. Untuk melakukannya dengan cara yang benar.”

“Tapi serigala yang lainnya…. Ahh! Ia penuh kemarahan. Ia semakin segar dari marah. Ia bertarung dengan semua orang, sepanjang waktu, tanpa alasan. Ia tidak bisa berpikir karena kemarahan dan kebenciannya yang begitu besar. Sulit untuk hidup dengan dua serigala di dalam diri saya, karena mereka berdua mencoba untuk mendominasi semangat saya.”

Anak laki-laki itu menatap mata sang Kakek, lalu bertanya, “Mana yang menang, Kek?”

Kakeknya dengan sungguh-sungguh menjawab, “Salah satu yang saya beri makan.”

____________________________________

Kalau kita memberi “makan” untuk sebuah kemarahan, maka kebencian yang hidup

kalau kita memberi “makan” untuk sebuah kemurahan dan kebaikan, maka kasihlah yang hidup

Mana yang anda hidupi ?

logo